PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berupaya menurunkan beban bunga guna memulihkan kinerja perusahaan. Disamping menjalankan 8 strategi penyehatan keuangan, WSKT juga menyiapkan program jangka menengah untuk 2022-2023.
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengakui, saat ini Waskita Karya sedang menanggung beban yang berat, sebagai akibat dari investasi jalan tol secara bersamaan. Alhasil, kondisi kas perusahaan tertekan, dan WSKT pun harus menanggung beban utang yang sangat besar.
“Untuk memulihkan performa keuangan Waskita, kami sudah menetapkan 8 strategi penyehatan keuangan,” ungkap Destiawan dalam public expose virtual, Jum’at (8/10).
Adapun 8 stream penyehatan Keuangan Waskita yang dimaksud terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue, dukungan pemerintah, Master Restructuring Agreement (MRA), restrukturisasi utang anak usaha, asset recycling atau divestasi jalan tol, penyelesaian konstruksi jalan tol, transformasi bisnis, serta implementasi GCG dan manajemen risiko.
Dalam jangka menengah, WSKT juga menyiapkan beberapa program besar untuk tahun 2022-2023. Destiawan membeberkan sejumlah program yang dimaksud. Pertama adalah penyelesaian restrukturisasi anak usaha.
Kedua, melanjutkan recycling asset, yang mana pada tahun depan WSKT berencana untuk melego 4 ruas jalan tol. “Bila (divestasi ruas tol) diselesaikan lebih cepat akan mengurangi beban bunga Waskita,” imbuh Destiawan.
Ketiga, WSKT akan kembali mengadakan rights issue pada tahun 2022. Hal ini menyusul rencana PMN yang akan kembali diberikan untuk Waskita Karya, dengan nilai Rp 3 triliun untuk tahun depan.
Keempat, ikut berpartisipasi untuk menggarap proyek Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. Adapun saat ini draft Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara baru sudah disampaikan pemerintah kepada DPR RI.















