• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 15 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

by redaksi
1 Maret 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Emiten kontruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tak terlalu bernafsu menambah ruas tol baru pada tahun ini. Perusahaan akan lebih berfokus untuk menyelesaikan sejumlah ruas tol yang belum rampung.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyatakan penambahan ruas tol baru akan bergantung pada proses lelang oleh pemerintah.

RelatedPosts

Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan lewat Sosialisasi Nasional untuk Generasi Muda

Penugasan Masyita Crystallin sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning Danantara

Pelita Air Service Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai

“Masih belum ada rencana, tender saja belum, nanti kalau kami memang mendapatkan ruasnya, baru kami update lagi. Tentunya, Jasa Marga akan menambah panjang jalan, namun dengan tetap menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap solid,” kata Eka Setya Adrianto.

Pada tahun ini perseroan akan lebih berfokus pada penyelesaian sejumlah ruas yang dimiliki. Dari 20 ruas yang dimiliki, terdapat lima ruas yang belum rampung, yakni ruas Cengkareng-Kunciran, Cinere-Serpong, Manado-Bitung, Probolinggo-Banyuwangi, dan Jakarta-Cikampek Selatan.

Dia memaparkan ruas Probolinggo-Banyuwangi saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Adapun, dalam pengerjaan ruas Jakarta-Cikampek Selatan, satu dari tiga seksi yang ada dalam ruas itu sudah memulai fase konstruksi.

Eka mengemukakan nilai investasi untuk penyelesaian ruas-ruas itu akan bergantung pada waktu penyelesaian proyek. Jika semua proyek selesai tepat waktu, nilai kebutuhan investasinya mencapai sekitar Rp20 triliun.

Kebutuhan dana ini, imbuhnya, juga termasuk kebutuhan pembayaran untuk ruas Jakarta-Cikampek II (Elevated). Meski tol tersebut telah beroperasi sejak akhir 2019, pembayaran proyeknya baru akan dilakukan pada 2020.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi ini, perseroan sudah mengantongi pinjaman dari bank melalui tia-tiap anak usaha terkait. Total fasilitas pinjaman tersebut telah memenuhi sekitar 70 persen dari investasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, Jasa Marga sebagai induk perusahaan akan menggalang dana untuk memenuhi sisa kebutuhan dana. Dana ini nantinya akan disuntikkan sebagai tambahan penyertaan modal kepada anak usaha agar ekuitasnya meningkat.

Meski begitu, penggalangan dana pada tahun ini tidak hanya ditujukan untuk penyelesaian ruas yang sudah dimiliki. Dana segar juga akan digunakan dalam menunjang kebutuhan investasi lainnya, sesuai dengan kebutuhan perseroan.

“Jadi tidak secara spesifik penggalangan dana akan digunakan untuk setoran modal tersebut, karena pendanaan kita pool of fund. Jadi, setiap penerbitan tidak spesifik untuk apa, tapi lebih ke segala kebutuhan perusahaan,” katanya.

Hingga saat ini, lanjutnya, perseroan masih mengkaji beberapa pilihan skema pendanaan. Penerbitan obligasi, pinjaman bank, dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset atau KIK-EBA adalah beberapa alternatif skema yang dipertimbangkan.

“Sekitar 70 persennya sudah secure dari bank di level anak usaha, tinggal di-drawdown pada saatnya proyek selesai, sementara kami mempersiapkan porsi ekuitasnya. Pinjaman bank, obligasi, KIK-EBA, dan Dinfra semua bisa jadi opsi,” tuturnya.

Skema lain yang juga akan didorong oleh Jasa Marga pada tahun ini adalah penerbitan step up coupon bond. Perseroan akan menerbitkan instrumen itu melalui anak usaha yang sudah beroperasi. Namun, perseroan belum memutuskan anak usaha mana yang akan ditunjuk untuk menerbitkannya.

Sejauh ini, menurutnya pengelola Tol Bali dan Tol Pasuruan menjadi dua anak usaha yang paling mungkin menerbitkan instrumen ini. Proporsi utang kedua perusahaan in itidak terlalu besar sehingga dinilai cocok untuk mendorong produk pendaan baru.

Adapun, besaran pinjamannya akan disesuaikan dengan jumlah pinjaman eksisting saat ini. Korporasi pengelola jalan tol terbesar di Indonesia menarget instrumen baru ini dapat diterbitkan paling lambat sebelum semester I/2020 berakhir.

“Kalau dari sisi sisi keuangan, fokus utama kami saat ini adalah membuat masing-masing anak perusahaan sustain di awal pengoperasian jalan tol melalui produk-produk keuangan yang akan kami terbitkan nanti,” jelasnya.

Direktur Pengembangan Bisnis Jasa Marga Adrian Priohutomo mengatakan sedikitnya terdapat lima ruas tol yang tengah dibidik perseroan. Ruas-ruas yang dimaksud adaah Solo-Yogyakarta-NYIA sepanjang km, Gedebage-Tasikmalaya, Tasikmalaya Cilacap, Akses Patimban, dan Yogyakarta-Bawen.

Seluruh ruas tersebut ditarget mulai beroperasi mulai 2024, keculai ruas Yogyakarta Bawen yang akan ditarget beroperasi mulai 2023. Total investasi yang dibutuhkan untuk seluruh ruas itu mencapai sekitar Rp104,84 triliun.

Kendala Leverage
Rencana ekspansi ruas tol baru oleh PT Jasa Marga (Persero) dinilai dapat terganjal tingginya tingkat leverage perseroan yang membatasi ruang gerak perseroan dalam melakukan modifikasi keuangan.

Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa Jasa Marga sudah memaksimalkan potensi pendanaan dari pinjaman bank dan obligasi.

Menurutnya, hal ini membuat ruang gerak perseroan untuk menambah liabilitas cukup terbatas. Kondisi ini juga terlihat dari tingkat debt to equity ratio (DER) perseroan yang telah mencapai kisaran 4 kali.

Di sisi lain, skema sekuritisasi atau monetisasi pendapatan dari ruas-ruas tol yang dimiliki Jasa Marga diniliai tidak dapat memenuhi kebutuhan pendanaan. Pasalnya, tidak semua ruas tol milik perseroan sudah mature dan memiliki tingkat profitabilitas tinggi.

“Jasa Marga sudah mulai ada keterbatasan. Karena leverage sudah maksimal, sementara sekuritisasi aset juga kemungkinan bisa dibilang sudah mentok, ini kemungkinan akan menjadi tantangan bagi Jasa Marga ke depan,” ujarnya.

Dia mengatakan salah satu solusi bagi perseroan adalah menjual kepemilikan asetnya atau melakukan divestasi. Rencana bundling kepemilkan Tol Trans Jawa dan melepas kepemilikannya melalui pasar saham menurutnya menjadi salah satu opsi menarik.

Di luar itu, dia mengatakan bahwa Jasa Marga juga perlu mendapatkan suntikan penyertaan modal negara (PMN) kembali. Pemerintah dianggap perlu melakukan hal ini seiring dengan tingginya beban penugasan yang diberikan kepada perusahaan. Terlebih, dalam 5 tahun terakhir, suntikan modal dari pemerintah relatif minim.

Rendahnya suntikan PMN dinilai turut membuat kepercayaan investor terhadap Jasa Marga menyusut. Hal ini terlihat dari pergerakan harga saham Jasa Marga cenderung volatil dalam beberapa tahun terakhir.

Kepercayaan investor juga tergerus sejalan dengan meningkatnya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah. Contohnya, dalam kenaikan tarif tol yang diamanatkan per 2 tahun sekali, nyatanya bisa berubah karena campur tangan pemerintah.

Kondisi ini, secara umum juga dianggap terjadi pada hampir semua badan usaha milik negara (BUMN) yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Campur tangan pemerintah acap menurunkan kepastian bisnis BUMN di mata investor.

Dengan berbagai faktor tersebut, Alfred memberikan rekomendasi hold untuk saham JSMR, dengan target harga Rp5.000 per saham.

Pada penutupan perdagangan Jumat (21/2/2020), saham JSMR ditutup melemah 0,99 persen ke level Rp5.000. Adapun, pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2/2020) pukul 11:38 WIB, harga saham berada di level Rp4.960.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

Previous Post

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Next Post

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Related Posts

Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan lewat Sosialisasi Nasional untuk Generasi Muda

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penugasan Masyita Crystallin sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning Danantara

15 Februari 2026
Sinergi Pelita Air Service dengan Angkasa Pura Logistik Maksimalkan Koneksivitas di Indonesia Timur
Anak Perusahaan

Pelita Air Service Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai

15 Februari 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan
Berita

SDM Aset Utama, PGN Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif dan Kompetitif untuk Mendorong Produktivitas

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Mengambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

15 Februari 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
Berita

Pembentukan Holding Maskapai BUMN, Garuda Indonesa menjadi Induk Perusahaan Tuntas pada Kuartal I 2026

15 Februari 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

COO Danantara Dony Oskaria Pastikan Tidak Ada PHK Dalam Proses Pemangkasan Anak hingga Cucu Usaha BUMN

2 hari ago
33 Tahun PT Len Industri : Sovereign the Nation, Penguatan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

Komisi VI DPR RI Tegaskan Dukungan Penguatan Industri Pertahanan Nasional melalui DEFEND ID

3 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Rayakan Milad 5, Bank Syariah Indonesia Donasi 4000 Kantong Darah

4 hari ago
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics

Dirut GARAM, Abraham Mose Ungkap Tiga Proyek Hilirisasi Berkapasitas Total 380.000 Ton

5 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan lewat Sosialisasi Nasional untuk Generasi Muda

by redaksi
15 Februari 2026
0

Jasa Raharja berkolaborasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi nasional tentang budaya keselamatan dan pemahaman asuransi...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Penugasan Masyita Crystallin sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning Danantara

15 Februari 2026
Sinergi Pelita Air Service dengan Angkasa Pura Logistik Maksimalkan Koneksivitas di Indonesia Timur

Pelita Air Service Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai

15 Februari 2026
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan

SDM Aset Utama, PGN Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif dan Kompetitif untuk Mendorong Produktivitas

15 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Mengambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

15 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In