• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Tahun 2022, BTN Fokus Menjaga Biaya Dana

by redaksi
26 Mei 2022
in Berita
0
Dirut Pahala N. Mansury  Resmikan Gedung Baru Kantor Wilayah I BTN di Bekasi
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga BI-7Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 3,5%, atau tidak berubah selama 15 bulan secara beruntun.

Bank sentral memilih menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar. BI diprediksi akan mengubah kebijakan suku bunga acuannya setelah melihat angka inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

RelatedPosts

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

Pertimbangan lainnya adalah pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dollar, seiring rencana The Fed menaikkan lagi suku bunga acuan. Kebijakan moneter bank sentral negeri Paman Sam diyakini akan menekan nilai tukar negara berkembang, termasuk rupiah.

Industri jasa keuangan sejatinya telah mengantisipasi kondisi global yang penuh ketidakpastian ini. Salah satunya mengamankan sumber pendanaan (funding) berbiaya murah sebelum era likuiditas ketat tiba. Langkah antisipatif ini akan menghindarkan bank dari praktik perang bunga dalam mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK).

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya baru-baru mendapatkan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Citibank dan BCA sebesar Rp 1,4 triliun.

Sejumlah analis menilai positif fasilitas pinjaman yang diraih  bank berkode saham BBTN ini. Biaya dana bisa semakin murah karena fasilitas ini masuk dalam program pendanaan JICA yang memang disalurkan untuk segmen dan target nasabah tertentu.

Ketika suku bunga ke depan diperkirakan akan meningkat, BBTN sejak awal berhasil mengamankan sumber pendanaan untuk membiayai ekspansi kredit. Artinya, saat likuiditas perbankan mengetat karena perubahan suku bunga, BBTN tidak perlu repot perang bunga deposito untuk mempertebal dana pihak ketiga.

Ini sangat positif. Karena pembiayaan ini boleh dibilang sebagai alternatif buat BTN dalam menjaga likuiditasnya. Sehingga ke depan NIM diharapkan bisa lebih optimal dan dapat meningkatkan kepercayaan investor,” kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta, Rabu (25/5).

Fasilitas pembiayaan ini memiliki tenor selama 5 tahun, sejalan dengan karakter kredit pemilikan rumah (KPR) yang mayoritas berdurasi panjang. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan BBTN terhadap sumber dana jangka pendek seperti tabungan dan deposito.

Analis PT Kanaka Hita Solvera (KHS) William Wibowo mengatakan, pendaan itu bahkan bisa lebih murah ketimbang obligasi. Di saat yield US Tresury naik, dan dolar terus menguat, investor tentu akan meminta imbal hasil lebih tinggi. BBTN berhasil mengamankan sumber pendanaan di saat yang tepat.

“Bila BTN mendapatkan bunga pinjaman yang cukup rendah di bawah bunga Obligasi Bank BTN kami pikir hal itu bisa menguntungkan untuk BTN,” kata William.

Strategi BBTN memupuk likuiditas sebelum musim dingin tiba menjadi katalis positif terhadap pergerakan saham ini. Bagaimanapun, bagi bisnis bank, ketersediaan funding dengan biaya dana yang rendah akan menentukan profitabilitas.

Dan, faktanya, sejak setahun terakhir, BBTN berhasil meningkatkan net interest margin (NIM) berkat kenaikan porsi dana murah. Pada kuartal I-2022, NIM tercatat 4,29%, tertinggi sejak 2019. Pencapaian ini jauh membaik dari NIM kuartal I-2021 yang sebesar 3,31%.

Berbagai improvement ini tentu menjadi kabar baik dalam konteks rencana BBTN melakukan rights issue. Investor akan melihat kesungguhan BBTN menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumahnya sebelum menerbitkan saham baru.

Seperti diketahui, JICA, Citibank dan BCA memberikan pinjaman senilai total US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun (Kurs Rp 14.000). Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan rumah rakyat dengan menyukseskan pembangunan sejuta rumah.

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, pinjaman dari JICA merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap peran Bank BTN dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.

“Fasilitas pinjaman dari JICA ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Bank BTN dalam mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah,” kata Haru.

Menurut dia, fasilitas pinjaman dari JICA ini berjangka waktu 5 tahun. Dalam kerjasama ini, JICA mempersyaratkan adanya Bank Komersial yang turut memberikan fasilitas pinjaman kepada Bank BTN, sehingga digandenglah Bank BCA dan Citi Indonesia.

Adapun dari total kredit yang disalurkan sebesar US$ 100 juta, kontribusi JICA mencapai JPY 7 miliar atau setara US$ 60 juta.  Sedangkan Citi dan Bank BCA memberikan fasilitas pembiayaan kepada Bank BTN sebesar Rp 560 miliar.

Fasilitas pinjaman dari JICA, Citi maupun BCA akan digunakan bank BTN untuk memberikan pembiayaan KPR kepada segmen menengah bawah, khususnya untuk yang berpenghasilan di bawah Rp 12 Juta yang saat ini cukup mendominasi realisasi KPR BTN Non Subsidi, dimana pada tahun 2021 sebesar 72,55% merupakan penyaluran KPR pada segmen ini.

Untuk memenuhi komitmen perjanjian tersebut, Haru membidik generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi demografi masyarakat Indonesia.

“Kami intensif menggandeng para pengembang yang membangun hunian yang sesuai dengan selera milenial, selain itu kami juga meracik beragam program KPR yang memudahkan akses para generasi Milenial maupun generasi Z seperti aplikasi BTN properti dan program KPR BTN Gaes For Milenial,” kata Haru.

Dengan tambahan fasilitas pinjaman dari JICA, Bank BTN dapat menambah penyaluran KPR non subsidi untuk 460 unit rumah per tahun dari tahun 2022 sampai 2027 sesuai akhir tenor pinjaman JICA ke Bank BTN.

Tahun 2022 ini, Haru menjelaskan target penyaluran KPR non subsidi sebesar 43.931 unit atau tumbuh 59,08% sudah menghitung pinjaman bilateral di atas kata Haru.

JICA sangat yakin bahwa transaksi pinjaman tersebut berkontribusi dalam memecahkan isu-isu kritikal terkait dengan terbatasnya akses pembiayaan perumahan di Indonesia, terutama untuk segmen menengah ke bawah. Dengan kesempatan ini sebagai permulaan, JICA ingin terus meningkatkan hubungan baik dengan BTN.

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia mengatakan, pihaknya menyambut positif kerjasama pembiayaan ini, dengan tujuan mendukung kredit perumahan ke segmen berpenghasilan menengah ke bawah di Indonesia. Hal ini sekaligus mengukuhkan komitmen Citi terhadap pembiayaan inklusif dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

“Melalui Kerjasama ini, kami terus mendorong dampak sosial yang positif sekaligus mendukung prioritas pembangunan oleh pemerintah Indonesia,” ungkap Batara.

periode Januari-Maret 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp277,13 triliun meningkat 6,04% secara year on year (YoY). Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp 248,57 triliun.

Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada kuartal I/2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp134,04 triliun tumbuh 9,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,96 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,16% menjadi Rp84,28 triliun pada kuartal I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,14 triliun.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Kerja Sama Pos Indonesia dengan M Cash Integrasi untuk Perluas Jaringan Kendaraan Listrik Volta dan Sistem Ganti Baterai

Next Post

Berdikari Cukupi Kebutuhan Sapi Kurban dari Sentra Lokal Bebas PMK

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

7 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

BRI Manajemen Investasi Targetk AUM Sebesar Rp500 miliar pada Tahun Pertama Peluncuran ETF Berbasis Emas

7 Maret 2026
Next Post
CSR BUMN Peduli Covid-19 : Hakaaston, IPC Car Terminal, Berdikari, PTPN III

Berdikari Cukupi Kebutuhan Sapi Kurban dari Sentra Lokal Bebas PMK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Wijaya Karya Menjual Seluruh Saham HIG kepada Hotel Indonesia Natour

4 hari ago
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Catatkan Zero Fatality pada 2025, SIG Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Nilai Utama

5 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

2 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

BRI Memproyeksikan Pertumbuhan Kredit Konservatif Kisaran 7-9% pada 2026

5 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

by redaksi
7 Maret 2026
0

Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In