PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimis penyaluran kredit akan tumbuh lebih pesat tahun ini meskipun prospek bunga kredit bakal naik tahun ini sejalan dengan rencana The Fed menaikkan suku bunga.
Banyak ekonom memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan dipercepat ke kuartal I 2022 ini. Kenaikan tersebut tentu bakal direspon dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sehingga akan berdampak pada bunga kredit.
Haru Koesmahargyo Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengatakan, arah suku bunga kredit BTN akan mengikuti pergerakan biaya dana. Saat ini cost of fund perseroan masih cenderung stabil sehingga suku bunga kredit disebut masih dapat dipertahankan di level rendah.
“Namun kami terus melakukan evaluasi biaya dana untuk dapat menyesuaikan suku bunga kredit jika diperlukan. Sepanjang tahun 2021, BTN telah menurunkan suku bunga sebanyak 165 bps-270 bps,” kata Haru pada KONTAN, Rabu (19/1).
BTN akan terus mendorong ekspansi kredit dengan fokus pada pengembangan housing ecosystem dan menyalurkan kredit untuk mendorong sektor perumahan di sisi supply maupun demand.
Haru bilang, pihaknya memandang bahwa sektor perumahan masih memiliki potensi yang sangat besar, terlihat dari kebutuhan hunian yang masih tinggi.
Sumber Kontan, edit koranbumn















