PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengubah strategi bisnisnya untuk tumbuh secara berkelanjutan. Anak usaha BUMN Telekomunikasi itu, Telkom, mentrasformasi layanan Mongoesky menjadi Internet Merah Putih yang memiliki harga lebih kompetitif.
VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan Internet Merah Putih atau IMP ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan Mangoesky. Namun kehadiran layanan ini tidak mengganggu bisnis perusahaan, justru merupakan bagian dari strategi keberlanjutan Telkomsat.
IMP menggunakan teknologi yang lebih efisien sehingga struktur biayanya lebih optimal. Selain itu, IMP merupakan pengembangan dari Mangoesky.
Pelanggan existing tetap dilayani hingga kontrak berakhir, kemudian dimigrasikan secara bertahap agar layanan tetap berkelanjutan.
“Internet Merah Putih menyasar sektor enterprise, UMKM, serta komunitas, sekolah, dan masyarakat di wilayah 3T yang akses internetnya masih terbatas,” kata Fino kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).
Fino menjelaskan untuk menjangkau segmen tersebut, Telkomsat memanfaatkan kanal digital dan media sosial, bekerja sama dengan ISP lokal sebagai reseller, aktif di pameran dan forum industri, serta menjalankan program CSR dan kolaborasi komunitas, khususnya di wilayah 3T.
Fino mengatakan jumlah pelanggan Telkomsat terus tumbuh sejak 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi pelanggan yang sehat dan berkelanjutan, seiring diversifikasi produk dan penguatan kanal distribusi.
“Ke depan, kami menargetkan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pelanggan, tetapi juga pada ketahanan model bisnis dan kualitas layanan,” kata Fino.
Diketahui, Telkomsat terus melakukan penyesuaian dan penguatan portofolio layanan seiring dengan dinamika kebutuhan konektivitas nasional yang makin berkembang. Telkomsat melakukan penyesuaian produk guna memastikan layanan yang diberikan tetap kompetitif dan berkelanjutan.
“Internet Merah Putih dirancang untuk menjawab ekspektasi pelanggan terhadap layanan internet satelit yang lebih cepat, stabil, dan fleksibel, sekaligus tetap menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto.
Internet Merah Putih merupakan layanan internet satelit broadband unlimited yang didukung teknologi High Throughput Satellite (HTS).
Layanan ini memiliki kecepatan hingga 50 Mbps. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman berinternet yang lebih nyaman dengan tarif kompetitif, tanpa kekhawatiran koneksi terputus, sekaligus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah terpencil.
Dalam roadmap implementasi layanan internet satelit broadband, Telkomsat menetapkan transformasi layanan Mangoesky menjadi layanan Internet Merah Putih (IMP) terhitung sejak 1 Januari 2026.
Kebijakan ini dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kepentingan pelanggan eksisting. Pelanggan Mangoesky yang masih aktif akan diberikan masa transisi hingga kontrak berakhir, serta diarahkan untuk melakukan migrasi layanan ke Internet Merah Putih sebagai produk pengganti dengan kualitas layanan yang lebih baik.
Sebelumnya, Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo mengatakan potensi bisnis satelit GEO masih cukup besar. Dengan kapasitas besar dari HTS, GEO masih menjadi pilihan backhaul atau backbone penyelenggara jaringan telekomunikasi.
Menurut dia, kapasitas besar pada satelit GEOakan lebih efektif bila dimanfaatkan untuk kebutuhan konektivitas banyak pengguna sekaligus, bukan pasar ritel perorangan seperti yang menjadi fokus utama pemain LEO.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















