Tuntutan teknologi membuat CTC Purwokerto sangat dibutuhkan dalam menjamin keselamatan serta efisiensi, baik pada transportasi urban maupun lintas mainline (antar kota). CTC tersebut menggunakan platform SiLVue sebagai user interface operator persinyalan yang dikembangkan PT Len Industri (Persero) dan diimplementasikan pada CTC oleh LRS
CTC (Centralized Trafic Control) merupakan sistem pengendalian perkeretaapian secara terpusat, dengan kata lain semua kegiatan yang biasanya dilakukan oleh PPKA di masing-masing stasiun, kini dapat dilakukan terpusat di CTC /Pusat Kendali (PUSDAL).
Peresmian CTC direncakan dalam waktu dekat oleh Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara simbolis dengan penarikan PPKA di beberapa stasiun yang sudah dilayani CTC. Sebelum dioperasikan, pengujian harus dilakukan terlebih dahulu agar mengurangi risiko kesalahan saat pengoperasian.
Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nur Salam telah memantau langsung uji coba pengoperasiannya di Stasiun Purwokerto, tepatnya di CTC DAOP 5 Purwokerto, Jumat (13/08). Uji coba meliputi 4 Stasiun di Lintas Purwokerto-Randegan dan 6 Stasiun di Lintas Kemranjen-Karang Anyar.
Dari sisi keselamatan, teknologi aplikasi tersebut dapat menyimpan dan mengolah data dari semua data interlocking yang digunakan di Indonesia, sehingga memudahkan operator dalam pengendalian sistem secara keseluruhan.
Teknologi interlocking yang terhubung dengan CTC Purwokerto menggunakan SiLSafe 3000 di Gumilir, SiLSafe 4000 di lintas Purwokerto-Kroya dan Kroya-Kutoharjo, serta Westrace di lintas Banjar-Kroya dan Prupuk-Purwokerto. Semua sudah terpantau CTC, hanya saja yang dapat dioperasikan secara remote baru.
Seluruh kegiatan operasi ini terekam dalam data logger, baik dalam penggunaan mode lokal di tiap stasiun maupun mode terpusat di CTC/PUSDAL.














