Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir mengatakan momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh optimisme terhadap keberlangsungan program vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi masih sangat positif akan menjadi stimulus bagi kredit korporasi.
Selain itu, laju inflasi juga diperkirakan sangat terkendali sehingga menjadi stimulan pada pertumbuhan kredit sekaligus serta kualitas aset yang lebih baik.
“Kami akan terus mengakuisisi nasabah baru serta ekspansi pembiayaan pada proyek berkualitas baik dengan skema sindikasi maupun penyaluran fasilitas langsung ke individu perusahaan,” kata Silvano dalam siaran pers, Rabu (23/2/2022).
Silvano menuturkan ekspansi kredit korporasi tahun ini pun akan tetap berdaya saing seiring dengan komposisi dana murah BNI yakni 69,4 persen. Hal ini pun menjadi bantalan bagi BNI, dengan kondisi suku bunga acuan BI (BI 7 days RR) diproyeksikan akan naik ke level 3,5–4 persen pada tahun ini.
Dari sisi kredit, kredit korporasi BNI tercatat Rp287,4 triliun, naik 3,5 persen secara tahunan. Penyaluran terbesar dikontribusi oleh korporasi swasta yang tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp180,4 triliun.
Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan peningkatan daya saing suku bunga kredit pada posisi 7,11 persen, turun 84 basis poin dari 2020 yang berada pada 7,95 persen. Akuisisi nasabah korporasi BNI tahun lalu pun tergolong positif seperti Garudafood, Protelindo, Indofood, Ciputra, dan Mayora.
“Kami telah menetapkan Langkah strategis untuk mengoptimalkan dana berbiaya murah (CASA) dalam mendukung ekspansi bisnis yang lebih agresif kepada pelaku industri utama di sektor-sektor ekonomi unggulan,” imbuhnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















