• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 5 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Beberkan Masalah Kondisi keuangan Dihadapi BUMN Karya

by redaksi
9 Juli 2021
in Berita, Korporasi
0
Simbol Era Kemandirian, Logo Baru Kementerian BUMN
0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kondisi keuangan 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya makin bobrok akibat pandemi virus corona. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membeberkan masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan pelat merah itu.

Kartika yang akrab dengan sapaan Tiko itu menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan kondisi keuangan BUMN Karya tertekan antara lain sulitnya mendapat kontrak baru maupun penjualan dan penugasan yang sangat berat. Hal ini seiring dengan dampak dari pandemi virus corona.

RelatedPosts

Perkuat Posisi “Satu Bank Untuk Semua”, BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh sebagai Pilar Transformasi

Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management Umumkan Rencana Peluncuran Aviation Leasing Fund Pertama Indonesia

Danantara Indonesia Umumkan Investasi di Labuan Bajo untuk Dorong Pariwisata Indonesia dan Perekonomian Lokal

Kata Tiko, keuangan BUMN Karya makin terbebani akibat sepanjang 2017-2019 hampir tidak ada penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah ke BUMN Karya yang mengerjakan proyek strategis nasional (PSN). Dus, masalah ini tercermin pada beberapa BUMN Karya.

Pertama, PT Perumnas kondisinya mengalami penurunan pendapatan yang signifikan sebesar 27,25% di tahun lalu. Hal ini disebabkan melambatnya penjualan rumah untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR).

Alhasil, invetori rumah Perumnas menjadi besar, yang mengakibatkan rasio utang terhadap ekuitas meningkat tajam. Perumnas tercatat memiliki utang sebesar Rp 4,62 triliun yang saat ini sedang dilakukan restrukturisasi.

“Namun untuk memastikan bahwa ke depan neraca maupun kekuatan likuiditasnya memadai, kami menginginkan adanya tambahan PMN untuk memastikan bahwa penugasan perumnas untuk membangun rumah bagi MBR bisa berkelanjutan,” kata Tiko saat Rapat Kerja bersama dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7).

Kedua, PT Waskita Karya Tbk (Persero) atau WSKT yang keuangannya tertekan karena pada 2015-2016 perseroan mengambil alih proyek-proyek jalan tol Trans Jawa dari swasta yang tidak berkelanjutan untuk diselesaikan.

Kondisi tersebut membuat utang WSKT meningkat tajam yakni mencapai Rp 64,94 triliun. Di sisi lain, Waskita juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 48,42% pada tahun lalu.

Untuk itu, Tiko menyampaikan pemerintah akan mengusulkan skema restrukturisasi menyeluruh kepada WSKT antara lain dana sebesar Rp 15 triliun untuk penjaminan penyelesaian proyek-proyek yang sudah ada. Kemudian, Rp 7,9 triliun untuk memperkuat permodalan, karena banyaknya modal yang terserap untuk mengambil tol-tol di masa lalu.

Ketiga, PT Hutama Karya kondisinya saat ini mengalami situasi berat karena pengerjaan proyek tol Trans Sumatra yang diiringi keterlambatan PMN selama dua tahun. Dus, nilai aset dan utang perusahaan meningkat tajam, namun ekuitas tidak berubah.

Tiko melaporkan, Hutama Karya tercatat memiliki utang sebesar Rp 50,55 triliun dengan pendapatan yang turun sebesar 17,99% pada 2020. Ke depan, untuk melanjutkan pengerjaan proyek Trans Sumatra tahap I dengan total nilai Rp 66 triliun, pemerintah akan memberikan bantuan modal secara bertahap.

“Tahun ini dapat Rp 25 triliun dan di 2022 akan ada Rp 30 triliun lagi untuk memperkuat tahap 1, dan sisanya akan diberikan pada 2023,” jelas Tiko.

Keempat, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turut mengalami tekanan karena adanya proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang membutuhkan modal besar. Saat ini pendapatan perseroan turun sebesar 39,23% dan utang mencapai Rp 24,28 triliun.

“Sementara Adhi dan PP dalam kondisi yang lebih baik, namun juga masih butuh permodalan,” ucap Tiko.

Adapun, kondisi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT PP Tbk (PTPP) masih memiliki kondisi keuangan yang cukup baik ketimbang BUMN Karya lainnya, tapi keduanya tercatat tetap menorehkan penurunan pendapatan masing-masing sebesar 29,27% dan 32,84%.

Sumber BIsnis, edit koranbumn

Previous Post

Penerapan PPKM Darurat di 15 Daerah Kabupaten dan Kota di luar Jawa-Bali

Next Post

Syarat Terbaru Naik KRL Berlaku Senin 12 Juli 2021

Related Posts

Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Posisi “Satu Bank Untuk Semua”, BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh sebagai Pilar Transformasi

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management Umumkan Rencana Peluncuran Aviation Leasing Fund Pertama Indonesia

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Indonesia Umumkan Investasi di Labuan Bajo untuk Dorong Pariwisata Indonesia dan Perekonomian Lokal

5 April 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Konsisten Jalankan Transformasi, SIG Catatkan Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri pada 2025

5 April 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Monitoring Arus Mudik dan Arus Balik, Direksi IAS Kunjungi POSGABNAS

5 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong Energi Terbarukan

5 April 2026
Next Post
Semangat Baru KAI Commuter

Syarat Terbaru Naik KRL Berlaku Senin 12 Juli 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Jaga Tingkat Pendapatan, Solusi Bangun Indonesia Incar Pasar Ekspor Baru

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Pendapatan sebesar Rp10,73 triliun Sepanjang 2025

4 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Strategi Pascalebaran, Pelni Memberikan Diskon 20% untuk Muatan Kontainer Mendorong Tingkat Keterisian Kapal

4 hari ago
Bandara Soekarno-Hatta Catat Kinerja Positif Selama Periode Angkutan Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang Tembus 3,14 Juta

Bandara Soekarno-Hatta Catat Kinerja Positif Selama Periode Angkutan Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang Tembus 3,14 Juta

5 hari ago
ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur

Holding BUMN Pangan ID FOOD Lakukan Penataan Portofolio dan Refocusing Bisnis

5 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Posisi “Satu Bank Untuk Semua”, BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh sebagai Pilar Transformasi

by redaksi
5 April 2026
0

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan transformasi BRIVolution Reignite. Setelah melalui proses pematangan strategi...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management Umumkan Rencana Peluncuran Aviation Leasing Fund Pertama Indonesia

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Indonesia Umumkan Investasi di Labuan Bajo untuk Dorong Pariwisata Indonesia dan Perekonomian Lokal

5 April 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Konsisten Jalankan Transformasi, SIG Catatkan Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri pada 2025

5 April 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar

Monitoring Arus Mudik dan Arus Balik, Direksi IAS Kunjungi POSGABNAS

5 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In