Sampah bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui program ‘Jasmine Integrated Farming’ di kawasan RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Seperti apa sih ‘Jasmine Integrated Farming’ di sini?
Jasmine Integrated Farming tercipta atas inisiatif warga upaya menciptakan ketahanan pangan yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga serta menuntaskan persoalan sampah mulai dari rumah sehingga dapat mengurangi volume sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir
WIKA Gedung berkolaborasi dengan Rumah Yatim memberikan bantuan berupa mesin pencacah, sumber air sibel, toren dan besi penyangga toren.
Metode yang digunakan untuk mengolah sampah di antaranya pengomposan sampah organik dengan Metode Open Windrow, Mikro Organisme Lokal (MOL) dan membudidayakan Maggot (larva lalat hitam).
Pengolahan sampah dengan Metode Open Windrow nantinya menghasilkan pupuk kompos padat. Sedangkan metode MOL menghasilkan pupuk kompos cair. Kemudian Kompos digunakan untuk tanaman Buruan Sae.
Kini hasil dari Jasmine Integrated Farming sudah bisa dirasakan warga. Ke depannya akan disosialisasikan lebih luas kepada warga agar mulai memilah sampah dari rumah.
















