Home / Berita / Museum Candi Sewu Sarana Pembelajaran Pemugaran Candi

Museum Candi Sewu Sarana Pembelajaran Pemugaran Candi

Candi merupakan struktur bangunan yang terbuat dari batu alam yang dipakai sebagai tempat pemujaan masyarakat masa lampau. Bangunan candi yang memiliki tingkat kerumitan tersendiri banyak yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh, ataupun hancur akibat bencana alam maupun akibat tidak terawat dan ditinggalkan. Oleh karena itu diperlukan pemugaran candi untuk mengembalikannya dalam kondisi semula.

Ilmu pemugaran candi mencakup banyak hal. Selain teknik bangunan, diperlukan juga kecakapan dalam bidang lain, seperti ilmu struktur tanah maupun ilmu sejarah dan arkeologi. Semua ilmu pemugaran candi tersebut dapat kita ketahui jika kita berkunjung ke Studio Pemugaran Manjusrighra.

Studio Manjusrighra atau biasa disebut Museum Candi Sewu karena letaknya yang berdekatan, atau tepatnya berada di sisi utara Candi Sewu. Bangunan studio yang sederhana dan letaknya yang tidak terlalu terlihat dari pelataran candi, menjadikan tempat ini jarang dikunjungi oleh para wisatawan. Namun, semenjak adanya paket kereta dan mobil golf, para wisatawan dibawa untuk berkunjung ke museum yang berdiri sejak tahun 2009 tersebut.

Menurut salah satu petugas informasi Museum Candi Sewu, Taryono, semenjak adanya paket kereta dan mobil golf, pengunjung Museum ini meningkat. “Dahulu sebelum adanya pemugaran bangunan Museum dan juga paket dari kereta dan mobil golf, Museum ini sepi pengunjung. Namun, semenjak direvitalisasi dan adanya paket wisata yang sudah berlangsung sekitar dua tahunan ini, pengunjung cenderung meningkat pesat. ” Ujarnya.

Di Museum ini pengunjung dapat belajar tentang bagaimana proses pemugaran candi. Proses pemugaran candi yang menghabiskan waktu tenaga yang besar dilakukan oleh banyak orang yang berdedikasi. Mulai dari pencari batu, penyetel batu, juru foto, ahli konstruksi hingga ahli konservasi.

Salah satu wisatawan yang berkunjung ke Museum dengan menggunakan kereta gandeng, Alfi (22 tahun) mengatakan bahwa dirinya banyak belajar tentang bangunan dan pemugaran candi di Museum ini. “Saya mendapat banyak pembelajaran tentang bagaimana caranya memugar candi menjadi seperti semula. ” katanya.

Sumber In TWC / Edit koranbumn.com

Check Also

Indonesia Minim Sampah Plastik, IIKK TWC Buka Kegiatan Belajar Pengenalan Sampah Plastik

Ketua Ikatan Istri Karyawan-Karyawati (IIKK) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *