Home / Berita / Pegadaian Gelar ToT pada 22 Kota di Pulau Kalimantan

Pegadaian Gelar ToT pada 22 Kota di Pulau Kalimantan

Mendengar kata Pegadaian, sebagian besar masyarakat masih akan menghubungkannya dengan orang yang sedang kesulitan uang dan menukarkan barangnya sebagai jaminan. Namun, seiring waktu berjalan, bisnis yang digeluti PT Pegadaian (Persero) tidak hanya melulu soal membantu orang yang kesulitan keuangan tetapi juga untuk meningkatkan kelas ekonomi melalui modal hingga berinvestasi.

Karena itu, sosialisasi mengenai hal ini perlu untuk terus didorong guna meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat, termasuk di dalamnya industri pergadaian. Sebagai kontributor terbesar terhadap keseluruhan  bisnis  di  sektor  industri  gadai, PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan menggelar training of trainer yang melibatkan guru sekolah dasar pada 22 kota di Pulau Kalimantan. Hal ini sesuai dengan himbauan dari Otoritas Jasa Keuangan bahwa perlu adanya peningkatan mengenai inklusi keuangan kepada masyarakat umum. Oleh karena itu, Pegadaian ikut menggandeng Otoritas Jasa Keuangan Regional 9 Kalimantan dalam acara ini.

Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IV Balikpapan Dwi Wuryantadi mengatakan pengenalan literasi keuangan sejak dini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Misalnya ingin memulai usaha, modal yang ada akan lebih besar ketika dapat mengatur kondisi keuangan dengan baik.

“Karena itu kami mengajak guru sekolah dasar untuk mengikuti training of trainer ini agar dapat menyebarkan informasi mengenai pegadaian lebih luas lagi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para guru diberi wawasan mengenai produk yang dimiliki oleh PT Pegadaian (Persero). Adapula, Otoritas Jasa Keuangan yang juga menyampaikan materi literasi keuangan secara umum. Setelah mengikuti kegiatan ini, para guru diharapkan dapat menyampaikan kepada para siswa serta yang paling penting orang tua siswa untuk dapat memanfaatkan produk – produk yang ada di Pegadaian dan institusi jasa keuangan yang lain.

“Misalnya saat mengatur pengeluaran, itu sudah ada porsi yang sebaiknya diterapkan. Investasi berapa, kebutuhan rutin berapa. Sering kali masalahnya adalah membesarnya dana untuk kebutuhan rutin yang padahal sebagian besar lari pada hanya sebatas keinginan sehingga dana investasi hanya sisanya. Bagaimana kita akan mendapatkan masa depan yang baik jika kita menyiapkan dengan sisa-sisa,” jelasnya.

Assistant Vice President PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IV Balikpapan Eko Wahyudiharto menyebutkan tabungan emas dapat menjadi salah satu sarana berinvestasi sejak dini. “Karena ada tiga keuntungan yang didapat dengan menggunakan layanan Tabungan Emas Pegadaian, yakni aman, fleksibel, dan biaya murah,” tuturnya.

Selain itu, para guru sekolah dasar tersebut juga dibekali dengan informasi mengenai teknologi digital yang disampaikan narasumber dari PT Telekomunikasi Indonesia (Perero) Tbk. Perkembangan teknologi yang sudah semakin pesat harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia untuk memanfaatkan teknologi tersebut.

Sebagaimana pepatah mengatakan orang hebat bisa melahirkan beberapa karya yang bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat.

Sumber Bisnis / edit koranbumn.com

Check Also

Jasa Marga Kejar Target Pembangunan Ruas Tol Manado – Bitung, Sulawesi Utara.

 PT Jasa Marga (Persero) Tbk., melalui entitas anak PT Jasamarga Manado Bitung, tengah mengejar target …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *