Home / Berita / Upacara Peringatan HUT Ke-73 RI di Lawang Sewu

Upacara Peringatan HUT Ke-73 RI di Lawang Sewu

Untuk memperingati HUT Ke-73 Republik Indonesia,PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar upacara pengibaran benderadi Lawang Sewu, Semarang pada Jumat (17/8). Upacara Peringatan HUT Ke-73 RI ini diikuti oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro yang bertindak sebagai Pembina Upacara, Direktur Operasi KAI Slamet Suseno Priyanto, Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo, Asisten Deputi Layanan Hukum Kementerian BUMN Rini Widyastuti, jajaran Kantor Pusat KAI, jajaranKAI Daop 4 Semarang, Anak Perusahaan, Komunitas Pecinta KA,dan peserta Sekolah Mengenal Nusantara yang berasal dari Kalimantan Barat.


Suasana Upacara Peringatan HUT Ke-73 RI

Bukan tanpa alasan Lawang Sewu dipilih sebagai tempat peringatan HUT RI kali ini. Dalam amanatnya, Edi Sukmoro mengatakan bahwa Lawang Sewu dipilih agar tempat wisata kebanggaan masyarakat Semarang ini makin dikenal masyarakat luas. Lawang Sewu juga merupakan saksi bisu kelamnya penjajahan dan perjuangan rakyat Semarang dalam usaha merebut kemerdekaan. Mulai dari bangunan ini sering difungsikan oleh penjajah Belanda dan Jepang sebagai penjara hingga  peristiwa pertempuran 5 hari di Kota Semarang  (14 Oktober – 19 Oktober 1945) antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kempetai dan Kidobutai dari tentara Jepang.

Bangunan yang memiliki banyak pintu ini juga memiliki sejarah yang panjang bagi KAI. Lawang Sewu yang didirikan pada tahun 1904 sampai 1907 ini awalnya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta Belanda, Netherlands Indische Spoorweg. Pasca kemerdekaan, Lawang Sewu beralih pengelolaan ke Pemerintah. Namun masih dengan fungsi sebagai perkantoran perkeretaapian dan dikelola Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), yang sekarang disebut KAI. Namun tidak lama, fungsi gedung berubah setelah diserahkan ke militer, menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), dan juga sempat menjadi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.Tahun 1994, Lawang Sewu kembali ke PT KAI dan mengalami perbaikan hingga bentuk saat ini. Berdasaran SK Walikota Semarang Nomor 650/50/1992, Lawang Sewu ditetapkan sebagai bangunan kuno bersejarah yang patut dilindungi


Direktur Utama KAI Edi Sukmoro memberikan bantuan secara simbolis

Dalam upacara tersebut dilakukan penyerahan bantuan program BUMN Hadir Untuk Negeri Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 secara simbolis.KAI telah menyalurkan dana sebesar Rp2.151.323.260 untuk program pendidikan dan pembangunan sarana prasarana lainnya.Program bantuan yang diberikan KAI antara lain:

  1. Rp1 milyar bagi Pembangunan Fasilitas MCK di 10 Kecamatan – Kabupaten Demak, masing-masing bernilai Rp100.000.000.
  2. Program Taman Baca di SMK Negeri di Jawa Tengah sebesar Rp52.000.000.
  3. Sebesar Rp200.000.000 bagi pengembangan prasarana dan sarana di 2 Kecamatan – Kabupaten Demak, masing-masing Rp100.000.000.
  4. Program Siswa Mengenal Nusantara yang merupakan program pertukaran 38 siswa di Provinsi Jawa Tengah dengan 23 siswa di Propinsi Kalimantan Barat, yang biaya penyelenggaraan dari CSR KAI sebesar Rp899.323.260.
  5. Selain itu juga terdapat Program Elektrifikasi, Pembangunan Sarana Air Bersih Program Pemberdayaan Masyarakat, Program Padat Karya Tunai, Program Pasar Murah, dan Program Bedah Rumah Karyawan BUMN.

“Diharapkan dengan berbagai program bantuan CSR tersebut, bisa lebih mendekatkan keberadaan perusahaan BUMN pada umumnya, dan KAI pada khususnya, dengan masyarakat sekitarnya,” ujar Edi Sukmoro.

Usai melaksanakan upacara bendera, peringatan HUT RI ke-73 ini juga diisi dengan perlombaan antar BUMN.Lomba-lomba yang disuguhkan antara lain, lomba tarik tambang, lomba joget balon berpasangan, lomba memindahkan balon, lomba bakiak, dan lomba makan kerupuk. Hiburan keroncong pun turut memeriahkan acara pada hari itu. “Melalui berbagai perayaan Kemerdekaan RI ini, semoga bisa menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia agar selalu menjunjung persatuan dan kesatuan dengan meningkatkan solidaritas sosial antarsesama, sehingga nilai-nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan, bisa akan selalu diteruskan oleh generasi muda di masa yang akan datang,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Suprapto.(Public Relations KAI)

Sumber Situs Web KAI

Check Also

Pujasera di Rest Area Jagorawi Kompak Beralih Gunakan Tabung LPG Pink

Pertamina targetkan 65 tabung LPG (Liquefied Petroleoum Gas) Bright Gas akan digunakan oleh pengusaha kuliner …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *