• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 10 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bidik Peningkatan Ekonomi Jawa Tengah, Bappenas Finalisasi Masterplan Pengembangan KIT Batang

by redaksi
14 Oktober 2020
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memimpin Rapat Koordinasi Kementerian PPN/Bappenas dengan Konsorsium Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Bupati Batang untuk membahas masterplan KIT Batang, Senin (12/10). Agenda tersebut merupakan rangkaian Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas untuk Percepatan Penanganan Covid-19 dalam rangka Peninjauan Kesiapan Pemulihan Ekonomi dan Sosial dan Persiapan Transformasi Ekonomi Jawa Tengah-Yogyakarta sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas.

Pembangunan KIT Batang memiliki beberapa keunggulan, salah satunya lokasi yang strategis, terletak dekat dengan Tol Trans Jawa dan hanya berjarak 50 kilometer dari Bandara Ahmad Yani serta 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Selain itu, kawasan ini juga dilalui jalur kereta api yang ke depannya berpotensi menjadi dry port.

RelatedPosts

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

Pemerintah Kabupaten Batang juga berencana membangun kawasan yang berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa tersebut dengan Transit Oriented Development. Fungsi dan peran KIT Batang harus dirancang dengan baik agar mampu mendatangkan investasi yang akan menciptakan lapangan kerja sehingga masyarakat punya penghasilan dan memiliki daya beli.

Menteri Suharso menekankan rencana pembangunan KIT Batang harus prospektif, tidak menggunakan pendekatan broad-spectrum atau broad-based yang terlalu melebar. KIT Batang harus dibangun sesuai konsep awal yaitu kawasan industri dengan elemen pendukung atau supporting areas seperti kawasan residensial berada di luar area agar berfungsi sebagai pengganda ekonomi.

“Supporting-nya itu kalau mau dihidupkan jangan di KIT Batang, supporting-nya mestinya di luar sehingga orang di luar itu punya akses, itu yang disebut angka pengganda ekonominya karena ada kehadiran KIT Batang, maka residential business, bisnis properti, hidup di sekitarnya. Tapi kalau mau dibangun tempat tinggal karyawan terbatas, ya betul, di dalam KIT Batang. Jangan sampai KIT Batang bersaing dengan otoritas daerah yang membangun zonasi kota,” tegasnya.

Sebelum rapat koordinasi dilaksanakan, Deputi Bidang Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata bersama Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pengembangan Sektor Unggulan dan Infrastruktur J. Rizal Primana dan Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti terlebih dahulu mengunjungi KIT Batang untuk membahas progres masterplan.

“Sektor industri pengolahan saat ini berkontribusi kurang lebih 35 persen dari keseluruhan perekonomian Jawa Tengah, tertinggi jika dibandingkan sektor lainnya. Pengembangan KIT Batang diharapkan mampu menciptakan bangkitan perekonomian yang cukup besar dan memfasilitasi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ke angka 6 persen per tahun dengan penciptaan lapangan pekerjaan mencapai 50 ribu tenaga kerja. Pengembangan KIT Batang juga diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan sektor industri pengolahan nasional, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Deputi Rudy.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pengembangan KIT Batang diarahkan untuk mendorong percepatan PEN melalui layanan terpadu kepada industri Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing, utamanya yang terkait dengan pengembangan industri padat karya serta menghasilkan penciptaan nilai tambah tinggi, dan berorientasi ekspor.

Pengembangan KIT Batang akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten, juga kerja sama dengan konsorsium pengembang terdiri dari PT PP (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX, PT KI Wijayakusuma, dan perusahaan daerah Kabupaten Batang. Persiapan pengembangan KIT Batang telah dilakukan dari pertengahan 2020 dan saat ini dalam tahap finalisasi penyusunan Masterplan Pengembangan KIT Batang.

“KIT Batang merupakan pembangunan baru sehingga harus segera menyusun masterplan karena masterplan ini merupakan basis dari semuanya, untuk menyiapkan Rencana Tata Ruang Wilayah. Yang paling penting, bagaimana rancangan dan desain kawasan sehingga investor dapat melihat kesiapannya. Kementerian PPN/Bappenas juga betul-betul menjaga rancangan tersebut, mengetahui arahnya ke mana, dan bagaimana korelasi dengan mitra-mitra kami, baik di pusat maupun di daerah,” tutur Deputi Rudy.

Pengembangan KIT Batang  dilakukan dalam tiga kluster seluas 4.300 Ha dengan tahapan awal fase pertama pengembangan 450 Ha. Industri yang akan didorong antara lain adalah industri tekstil terintegrasi melalui pembangunan Integrated Textile Apparel Park dan pengembangan industri aneka dengan cakupan sektor elektronika, permesinan, otomotif, industri furnitur, kimia dan farmasi, serta kluster industri kecil menengah. KIT Batang juga akan mengembangkan sektor layanan jasa penunjang aktivitas industri seperti layanan pergudangan, pusat inovasi dan teknologi, fasilitas riset dan pengembangan, zona komersial, dan pusat ekonomi berbasis komunitas.

Terletak strategis di tepi ruas jalan tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang dengan akses langsung di Kilometer 372, KIT Batang memiliki konektivitas strategis dengan Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, dan terintegrasi dalam aglomerasi North Java Industrial Belt.

KIT Batang akan dilengkapi dengan pengembangan fasilitas infrastruktur penunjang seperti dry port, akses transmisi pembangkit listrik dari PLTU Batang, fasilitas pasokan air baku yang terjamin, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terstandardisasi. “Pengembangan KIT Batang ditujukan untuk memberikan layanan terpadu kepada para tenant industri sehingga mencapai tingkat skala ekonomi yang mencukupi, memberikan efisiensi biaya produksi, dan menciptakan daya saing produk unggulan tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di pasar global,” pungkas Rudy.

Sumber Bappenas, edit koranbumn

 

Previous Post

Daily Economic Review: Kondisi Pariwisata Indonesia Belum Membaik

Next Post

Dukung UMKM Kalimantan di Masa Pandemi, Pertamina Kembali Salurkan 2,5 Miliar Pinjaman Modal Usaha Kemitraan

Related Posts

Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

10 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

10 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

10 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera
Berita

Penataan Kawasan Bantaran Rel dan Penyediaan Hunian Layak Terus Dipercepat

10 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Mengumumkan Pembentukan Holding DENERA Sebagai Holding Bisnis Sampah Menjadi Listrik

10 April 2026
Petrokimia Gresik Edukasi Masyarakat Terkait Penyebaran Virus Corona
Berita

Argus Fertilizer Asia Conference 2026: Hadapi Gejolak Global, Petrokimia Gresik Perkuat Strategi Pengamanan Bahan Baku

10 April 2026
Next Post
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Dukung UMKM Kalimantan di Masa Pandemi, Pertamina Kembali Salurkan 2,5 Miliar Pinjaman Modal Usaha Kemitraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Dari Seserahan ke Produk Kreatif, Studio Dian Tantra Berkembang Berkat Dukungan Rumah BUMN Belitung Bersama TIMAH

5 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

Jasa Raharja Hadirkan Bantuan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan di NTB, Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan

2 hari ago
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Raih PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership, Tegaskan Peran BUMN Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

2 hari ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

IFG Perkuat Komitmen Transformasi dan Konsolidasi Asuransi di Tengah Tekanan Global

4 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

by redaksi
10 April 2026
0

PT PAL Indonesia meyakini industri pertahanan maritim bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Direktur Teknologi PT PAL, Briljan Gazalba, menegaskan...

Read more
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Estimasi Emisi 8,9 Juta kg CO₂e dari Perjalanan Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, KA Jarak Jauh Lebih Efisien Dibanding Kendaraan Pribadi

10 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi

10 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

Penataan Kawasan Bantaran Rel dan Penyediaan Hunian Layak Terus Dipercepat

10 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Mengumumkan Pembentukan Holding DENERA Sebagai Holding Bisnis Sampah Menjadi Listrik

10 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In