Pada tahun ini sejumlah perbankan menyiapkan strategi pengembangan digitalisasi di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah perbankan telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) teknologi informasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan belanja modal teknologi informasi sebesar Rp 3,5 triliun pada tahun ini. Adapun nilai ini sama dibandingkan tahun lalu.
“Capex digital dan IT BRI pada 2021 mencapai Rp 3,5 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto
Aestika menjelaskan belanja modal akan digunakan untuk transformasi digital, sehingga diharapkan dapat mendorong bisnis digital perseroan. “Untuk menjawab kebutuhan pasar di tengah pandemi, BRI terus meningkatkan jasa layanan digital banking-nya pada 2021 akan fokus pada Super Apps BRImo,” jelasnya.
Menurutnya saat ini perseroan memiliki mobile banking BRImo yang akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Tentunya, pada era digital saat ini, layanan yang saling terhubung menjadi nilai tambah yang juga akan dikembangkan oleh BRI, terutama di mobile banking-nya.
“Dari segi inovasi digital, kami akan terus mengembangkan layanan atau produk dan layanan digital BRI, khususnya memperkuat BRImo menjadi solusi financial terintegrasi bagi customer,” ucapnya.
Selain memberikan kenyamanan bagi nasabah melalui digital banking, menurutnya, perseroan juga fokus pada segmen UMKM dengan mengembangkan Pasar.id yang merupakan platform seperti e-commerce yang mempertemukan penjual dan pembeli secara digital.
“BRI juga fokus untuk terus memberikan solusi segmen mikro, salah satunya dengan Pasar.id,” ucapnya.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga sudah menyiapkan modal untuk belanja IT pada tahun ini. Perseroan akan melakukan pengembangan layanan dan produk digital.
“Tahun ini sekitar Rp 1,7 triliun,” ujar Direktur Direktur Information Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans.
Sumber Republika, edit koranbumn
















