Maskapai pelat merah tersebut resmi memulai operasional penerbangan haji 1447 H dengan memberangkatkan 2.255 jemaah kloter pertama dari enam embarkasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Ujung Pandang, dan Solo.
Pada hari pertama operasional, Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) sebesar 100% di lima embarkasi utama, yaitu Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang. Capaian ini menjadi indikator awal kelancaran operasional penerbangan haji yang dijalankan secara bertahap hingga akhir Mei 2026.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan operasional haji merupakan bagian penting dari mandat layanan sekaligus peluang untuk memastikan kinerja operasional tetap terjaga.
“Menjadi bagian penting bagi perjalanan ibadah yang paling dinanti bagi seluruh umat Islam Indonesia tentunya tidak hanya menjadi momen penting bagi kami, namun juga amanah bagi kami untuk mengantarkan para calon jemaah ke Tanah Suci,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (23/4/2026).
Secara keseluruhan, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, termasuk Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Volume angkutan tersebut menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap trafik penumpang Garuda, terutama pada periode musiman yang berlangsung sepanjang April hingga Juni 2026.
Fase keberangkatan dijadwalkan berlangsung mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan tujuan Madinah pada periode awal hingga 6 Mei, kemudian dilanjutkan ke Jeddah hingga 21 Mei 2026. Adapun fase pemulangan jemaah akan dilakukan pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Selain menopang trafik, operasional haji juga mendorong optimalisasi pemanfaatan armada wide body Garuda Indonesia, termasuk Airbus A330-300 yang digunakan pada penerbangan perdana dari Yogyakarta menuju Madinah.
Di sisi layanan, Garuda juga mengantisipasi tingginya porsi jemaah lanjut usia yang mencapai sekitar 18.000 orang atau sekitar 18% dari total jemaah tahun ini. Perseroan menyiapkan berbagai fasilitas tambahan, mulai dari layanan kursi roda, ambulift, hingga pendampingan intensif oleh awak kabin selama penerbangan.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Garuda menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat yang tersebar di berbagai embarkasi.
“Menjalankan amanah nasional dalam operasional penerbangan haji merupakan kolaborasi lintas sektor. Oleh karenanya, Garuda Indonesia terus berkoordinasi secara intensif bersama seluruh pemangku kepentingan di Indonesia dan di Arab Saudi,” kata Glenny.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














