• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Sinergi PLN dengan PTPN III dan Perhutani Realisasikan 52 PLTU untuk co-firing biomassa pada 2024

by redaksi
22 Januari 2021
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) meneruskan program co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).  PLN pun menjalin kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan Perum Perhutani terkait rantai pasok biomassa. Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani pada Jum’at (22/1).

Direktur Mega Proyek PLN IKhsan Assad mengungkapkan bahwa ruang lingkup MoU ini antara lain mencakup ketersediaan bahan baku berikut analisis rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan, serta rencana implementasi kerjasama penyediaan bahan bakar biomassa untuk PLTU PLN.

RelatedPosts

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

Dalam hal ini, PLN sebagai pemilik PLTU, Sedangkan Perhutani memiliki sumber daya kawasan hutan industri baik di Jawa maupun luar jawa yang dapat dikembangkan sebagai hutan tanaman energi. Begitu juga dengan PTPN III yang memiliki lahan untuk pengembangan hutan tanaman energi.

“Harapan kami dengan kerjasama ini diharapkan hadirnya ekosistem penyediaan biomassa sebagai bahan bakar PLTU,” kata Ikhsan dalam acara yang digelar secara daring, Jum’at (22/1).

Dia melanjutkan, saat ini terdapat 52 PLTU yang diidentifikasi PLN untuk program co-firing ini. Terdiri dari 13 lokasi PLTU di Sumatera, 16 Lokasi PLTU di Jawa, Kalimantan (10 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (4 unit PLTU), Sulawesi (6 lokasi) serta Maluku dan Papua (3 lokasi PLTU).

“Diidentifikasi sebanyak 52 lokasi PLTU PLN dengan kapasitas 18.154 MW. Berpotensi dilakukan cofiring dengan biomassa,” ungkap Ikhsan.

Dengan cofiring, sebagian volume batubara untuk bahan bakar PLTU akan disubstitusi dengan biomassa jenis tanaman energi atau sampah. Kebutuhan biomassa diperkirakan mencapai 9 juta hingga 12 juta ton dalam setahun. “Sesuai roadmap cofiring PLN, akan dilaksanakan secara bertahap sejak 2020 dan Insha Allah akan implementasikan 100% pada tahun 2024,” sambungnya.

Program co-firing ini sudah dimulai PLN sejak tahun 2017. Uji coba sudah dilaksanakan pada 2019. Hingga tahun lalu uji coba sudah dilakukan pada 29 PLTU. Progres per 5 Januari 2021, imbuh Ikhsan, jumlahnya sudah bertambah menjadi 32 PLTU.

Saat ini, co-firing biomassa sudah diimplementasikan pada 6 PLTU. Yakni PLTU Paiton 1&2 dengan porsi campuran biomassa 5%, PLTU Jeranjang (3%), PLTU Ketapang (1%;3%;5%), PLTU Sanggau (5%;10%;15%), PLTU Pacitan (5%), dan PLTU Suralaya 1-4 (1%).

Ikhsan bilang, saat ini co-firing campuran biomassa memang masih ada di angka 1%-5%. Peningkatan akan dilakukan bertahap sehingga secara teknis tidak mengganggu operasional pembangkit. Kata dia, porsinya akan terus ditingkatkan hingga ke 10%-20%. “Bahkan beberapa negara seperti Jepang dan Korea itu ada yang 100% batubaranya diganti dengan biomassa,” ungkap Ikhsan.

Dia pun berharap kerjasama dengan PTPN III dan Perhutani ini nantinya bisa berjalan secara jangka panjang. “Tidak akan berhenti hanya sekadar 5 tahun, tapi bisa 10 tahun sampai 20 tahun,” kata Ikhsan.

Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyampaikan bahwa sebagai bagian dari program green-booster dan transformasi green PLN, co-firing PLTU dengan biomassa ini ditargetkan bisa mendorong bauran EBT 23% pada tahun 2025.

Sedangkan dari sisi investasi, Zulkifli bilang bahwa jumlahnya tidak begitu signifikan. Sebab, co-fiirng digunakan pada PLTU eksisting sehingga investasi dari sisi belanja modal alias capital expenditure (capex) sangat minimal.

“Biomassa nya sendiri lebih kepada opex (operational expenditure). Ini adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan secepat mungkin. Saya ingin menggaris bawahi co-firing juga akan memberikan impact perekonomian yang besar bagi semua yang terlibat dan masyarakat,” terang Zulkifli.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerjasama ini. Dia pun memastikan bahwa PTPN III siap memasok bahan baku untuk kebutuhan biomassa cofiring PLN.

Sebagai gambaran untuk pasokan bahan baku biomassa di Sumatera Utara, PTPN III dapat menghasilkan tandan kosong sebanyak 2,5 juta ton dalam setahun. Untuk tahun ini, PTPN III pun siap memasok hingga 500.000 ton. “Artinya kalau PLN membutuhkan tandan kosong untuk cofiring, kami siapkan di Sumatera Utara. Tahun ini bisa, begitu PLN berminat, datang ke tempat kami. Prinsipnya kami mendukung program ini,” kata Ghani.

Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro juga memaparkan kesanggupannya dalam memasok kebutuhan bahan baku biomassa. Kata dia, Perhutani akan menyiapkan klaster hingga 70.000 haktare sampai dengan tahun 2024 yang akan ditanami tanaman energi.

Klaster tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur di dekat PLTU PLN yang akan melakukan co-firing. “Jadi kami coba menanam, berdasarkan kedekatan dengan PLTU, untuk nantinya dapat memasok ke PLTU tersebut.” ungkap Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menegaskan bahwa pihaknya mendukung program cofiring PLTU ini. Kata dia, pemerintah pun siap memberikan dorongan. Seperti hibah untuk alat cofiring biomassa yang melibatkan masyarakat atau usaha kecil

Selain itu, Dadan menyampaikan bahwa pihaknya pun siap melakukan pembahasan mengenai perangkat regulasi jika itu diperlukan. Regulasi tersebut berupa Peraturan Menteri ESDM terkait tata kelola dan pengusahaan cofiring biomassa.

Tak hanya dari sisi menambah energi terbarukan, Dadan juga menilai program cofiring biomassa ini juga bisa menggerakan kegiatan perekonomian masyarakat. Hal itu penting, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19.

“Ini upaya yang dekat, magnitude untuk kegiatan ekonomi besar. Upaya cofiring di masa sekarnag ini yang bisa kita kebut. Tidak bisa ditolak EBT-nya. Sekarang kita juga membutuhkan kegiatan pemulihan ekonomi. Itu semua ada di co-firing, bagaimana menciptakan lapangan kerja di masyarakat, semua level akan terlibat,” pungkas Dadan.

sumber kontan, edit koranbumn

Previous Post

Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Asuransi dan Dana Pensiun untuk Dorong Pertumbuhan Bisnis Industri Keuangan

Next Post

AirNav Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Banjarbaru

Related Posts

Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

28 Maret 2026
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona
Berita

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

28 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

28 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

27 Maret 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

27 Maret 2026
Next Post
Airnav Terus Pantau Perkembangan Dampak Erupsi Gunung Merapi

AirNav Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Banjarbaru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Sebanyak 2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+4 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga: Diskon Tarif Tol 30% Kembali Berlaku Hari Ini

2 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Buka Delapan Posko Mudik di Jalur Padat Jawa–Sumatra, BSI Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Transaksi Digital bagi Pemudik

2 hari ago
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Krakatau Steel Tandatangani Perjanjian Pasokan Jangka Panjang (LTSA) dengan Kerismas Group

5 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Sinergi Pemerintah dan Hutama Karya: Momen Idul Fitri Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh Tamiang

6 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

by redaksi
28 Maret 2026
0

Dalam rangka Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja terus memastikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas berjalan cepat dan tepat. Komitmen...

Read more
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

28 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

28 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

27 Maret 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In