PT Biofarma (Persero) menerangkan alasan Indonesia belum mendatangkan vaksin virus corona (Covid-19) produksi Pfizer dan Moderna.
Saat ini, Indonesia masih baru menggunakan vaksin produksi Sinovac dan AstraZeneca untuk program pemerintah. Sementara untuk vaksin gotong royong, Indonesia menggunakan vaksin produksi Sinopharm dan Cansino.
“Pfizer masih proses karena ada beberapa klausa dari Pfizer yang kita belum mampu penuhi semua,” ujar Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (20/5).
Honesti menyebut Pfizer mengajukan klausul untuk dibebaskan dari tanggung jawab hukum. Perusahaan asal Amerika Serikat itu meminta pembebasan itu bersifat jangka panjang.
Masalah yang sama juga dialami dalam pembahasan pengadaan vaksin Moderna. Meski begitu, keduanya masih diupayakan oleh Biofarma. “Tidak ada perubahan dari jenis vaksin yang selama ini pernah kita informasikan (untuk digunakan),” terang Honesti.
Saat ini, seluruh negara memang tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam menangani pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia baru mengamankan 140 juta dosis vaksin dari Sinovac.
Sumber Kontan, Edit koranbumn








