Groundbreaking proyek Hilirisasi Fase II Terminal BBM Maumere digelar di Kompleks Pertamina Maumere, Kecamatan Kangae, Kab. Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peresmian 13 Proyek Hilirisasi Fase II di berbagai wilayah Indonesia yang dipusatkan di Cilacap dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (29/3).
Terminal BBM Maumere dirancang memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 70.000 kiloliter dan akan difungsikan sebagai pusat distribusi energi atau storage hub di Nusa Tenggara Timur. Secara teknis, pembangunan proyek ini mencakup tangki penyimpanan BBM untuk jenis Pertalite, Solar, Pertamax, dan FAME, dilengkapi dengan infrastruktur dermaga, sistem perpipaan, fasilitas pompa, sistem keamanan, serta utilitas pendukung lainnya. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan efisiensi pola suplai BBM di kawasan timur Indonesia.
Nindya Karya optimistis Pembangunan Terminal BBM Maumere sebagai terminal modern yang terintegrasi, handal, dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di kawasan timur Indonesia dan memberikan manfaat nilai tambah tinggi, sekaligus menandai komitmen Nindya Karya dalam membangun infrastruktur energi berbasis teknologi Engineering dengan EPC Nindya Karya sebagai kontraktor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo; Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi; Wakil Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa; Direktur Operasi 2 Nindya Karya, Arif Putranto; Senior Vice President Divisi EPC Nindya Karya Arif Iswadi; Vice President Produksi Divisi EPC Nindya Karya, Robby Adhimukti; serta Vice President Pengembangan Pasar Divisi EPC Nindya Karya, Oskar Harris.










