Tingkat literasi keuangan perbankan syariah tercatat masih tertinggal dibandingkan literasi keuangan bank konvensional. Hal ini pun disadari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank syariah terbesar di dunia.
Berbagai upaya pun dilakukan BSI untuk mempercepat literasi keuangan perbankan syariah di masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui masjid-masjid yang ada di Indonesia. Dalam hal ini BSI memberikan pelatihan manajemen masjid kepada para pengurus masjid.
“Ada 5.000 masjid yang kita kasih manajemen masjid dan kita kasih sertifikatnya juga,” kata Wakil Direktur 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat (11/6).
Dalam pelatihan tersebut, BSI memberikan sejumlah materi pelatihan tentang pengelolaan manajemen masjid. Materi tentang keuangan syariah menjadi tema besar dalam sesi pelatihan. Termasuk juga tentang perbankan syariah.
“Jadi kita berikan pelatihannya itu seperti membuat semacam RBB (rencana bisnis bank syariah),” kata dia.
Sasar Masyarakat dan UMKM
Literasi juga diberikan kepada masyarakat dan para UMKM di sekitar masjid. Ini digencarkan agar pengetahuan tentang keuangan syariah dan perbankan syariah lebih familiar.
“Ada juga kegiatan inklusi keuangan, syukur-syukur kalau mau melakukan transaksi syariah bisa kita fasilitasi,” kata dia.
Lebih dari itu, BSI berupaya melakukan literasi ke berbagai wilayah sasaran agar terliterasi dan bisa menghasilkan ekspansi inklusi keuangan syariah. Tentunya hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Butuh pihak lain untuk bisa terlibat dalam literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Kita harus kerja sama karena ini bagian dari pendidikan dan layanan, juga bagian dari inklusi tadi,” kata dia mengakhiri.
Sumber Merdeka, edit koranbumn
















