• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Garap Potensi Pertanian Papua, Pupuk Kalimantan Timur Berdayakan Ratusan Petani Lokal

by redaksi
18 Juni 2021
in Berita
0
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, IPC
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bumi Cendrawasih dinilai memiliki potensi di sektor agraris yang masih besar, seiring dengan banyaknya wilayah pegunungan, dengan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melakukan program pemberdayaan sumber daya manusia dan alam di provinsi Papua, guna menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan, baik bagi alam maupun masyarakat sekitar.

Di tengah transformasi pertanian 4.0, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (transfer of knowledge and technology) menjadi fokus dari program ini, dengan menggandeng para ahli pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Sejak dimulai pada Februari 2021, tahap awal program ini telah melibatkan lebih dari 100 petani lokal serta memanfaatkan tiga hektar lahan di Kabupaten Sarmi dan Klaisu, Papua, yang memiliki potensi sebagai salah satu lumbung pangan di tanah Papua, karena kondisi geografisnya yang ideal untuk ditanami komoditas sayur-sayuran.

Pada aspek transfer ilmu pengetahuan, PKT mensosialisasikan metode pertanian menetap yang berkelanjutan. SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, mengungkapkan Perusahaan melihat potensi lahan yang bagus dan ideal untuk dilakukan pengelolaan pertanian secara berkelanjutan, sehingga melalui program pemberdayaan masyarakat ini, PKT berkomitmen untuk mengembangkan lahan pertanian secara konsisten.

Bahkan kebanyakan petani lokal di Papua masih dan telah terbiasa dengan metode pertanian atau perladangan berpindah, yang mengharuskan mereka untuk berpindah dari satu ladang ke yang lainnya setiap musim panen berakhir. “Realisasi program berupa pembinaan dan pendampingan terhadap implementasi metode pertanian menetap, diharapkan dapat membuat para petani lokal, khususnya kelompok Mama-Mama Papua dapat memaksimalkan produktivitas hasil pertanian dan potensi lahan dengan lebih efisien dan berkelanjutan.”

Memiliki jumlah penduduk sekitar 200 orang (50 kepala keluarga), berjarak sekitar 80 km dari Pusat kota Jayapura atau sekitar 2 jam perjalanan dengan jalur darat dan berada di ketinggian sekitar 600 MDPL, Kampung Klaisu, Distrik Gresi Selatan, Kab. Jayapura, merupakan salah satu kampung terisolir dan tertinggal di wilayah Kab. Jayapura yang sampai dengan saat ini belum teraliri listrik.

Selain itu, seluruh masyarakat Kampung Klaisu bekerja sebagai petani tradisional dengan sistem ladang berpindah, yang hasilnya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bukan untuk kesejahteraan, sehingga melalui program pemberdayaan ini, lahan seluas tiga hektar dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai komoditas unggulan dataran tinggi, seperti bayam, kangkung, sawi, kacang panjang dan buncis.

Lebih lanjut, kelangkaan dan harga sayur-sayuran yang tinggi di Papua masih kerap menjadi permasalahan. Hal ini terjadi lantaran pasokan sayur-sayuran khas pegunungan didatangkan dari Wamena, Kab. Jayawijaya, Prov. Papua, menggunakan pesawat dan bahkan luar Provinsi Papua, seperti dari Manado, Sulawesi Utara atau dari Pulau Jawa menggunakan kapal.

“Kekayaan alam dan kondisi geografis di wilayah kabupaten Jayapura menawarkan berjuta manfaat bagi ekosistem di sekitarnya. Sehingga melalui pemberdayaan ini, kami harap masyarakat dan petani lokal dapat memaksimalkan potensi sektor agraris di wilayah mereka sehingga mampu untuk mendorong ekonomi rakyat, khususnya melalui komoditas sayur – sayuran spesifik dataran tinggi,” tambah Teguh.

Sementara itu, dalam aspek transfer teknologi, PKT menyumbangkan satu unit traktor untuk semakin memudahkan beban pekerjaan para petani setempat. Traktor ini akan digunakan untuk membantu pertanian komoditas kacang tanah di Kabupaten Sarmi, yang saat ini membutuhkan traktor untuk pengolahan lahan dengan luas sekitar 10 hektar.

Upaya ini pun mendapatkan sambutan antusias dan positif dari masyarakat lokal. Bahkan, hingga saat ini, program ini telah mencatat hasil panen lebih dari 100 kg kacang panjang, 50 kg buncis, 20 kg bayam, 30 kg sawi, dan 40 kg kangkung. Selain transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, PKT juga memastikan kesejahteraan para petani dengan berperan sebagai penjamin pembelian hasil panen (offtaker) sehingga para petani tidak perlu khawatir terhadap keberlanjutan hasil panennya di pasaran.

“Rangkaian program kami di Papua ini merupakan tahap awal dari bagian tanggung sosial kami sebagai perusahaan yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya di wilayah di mana kami beroperasi. Melihat sambutan positif dari masyarakat, kami berharap jangkauan program ini dapat kami perluas sehingga kebaikan yang dipanen pun juga menjadi lebih banyak,” tutup Teguh.

Tentang PKT

PKT merupakan salah satu anggota dari PT Pupuk Indonesia (Persero) Group dan menjadi produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia. PKT memiliki visi menjadi perusahaan berkinerja unggul kelas dunia di bidang nutrisi tanaman, agri solutions dan kimia.

Saat ini, PKT memiliki 5 unit pabrik Urea, 5 unit pabrik Amoniak dan pabrik NPK. Kinerja PKT telah diakui oleh berbagai instansi melalui berbagai penghargaan, seperti penghargaan The Most Trusted Companies pada ajang Indonesia Most Trusted Company 2020 dan Peringkat Emas Proper Nasional untuk keempat kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2020.

Previous Post

Bank Syariah Indonesia : Prospek Perbankan Syariah Tumbuh di 2021

Next Post

AXA Mandiri Luncurkan Aplikasi Layanan Telekonsultasi Kesehatan

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
AXA Mandiri Cover Klaim Pasien Covid-19 hingga Ratusan Juta

AXA Mandiri Luncurkan Aplikasi Layanan Telekonsultasi Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Heritage Loco Tour Cepu Terpilih Dalam Pergelaran Virtual Seni Budaya Pemprov Jateng

Perhutani Masuk Finalis 5 Terbaik Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 Berkat Program Agroforestry Pangan

7 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

2 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Hadirkan Gedung Heritage dan Ramah Lingkungan Untuk Perkuat Inklusi Syariah

3 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Target Pembiayaan Utang APBN 2026 Mencapai Rp832,2 Triliun

14 jam ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In