Penurunan biaya logistik di Indonesia masih menjadi tantangan bagi para stakeholder termasuk IPC sebagai salah satu BUMN operator Pelabuhan. Diperlukan terobosan-terobosan baru dengan sistem logistic yang terpadu oleh seluruh pemangku kebijakan sehingga dapat menekan biaya logistik dan disparitas harga antara Indonesia Barat dan Timur, menjamin ketepatan waktu dan meningkatkan kecepatan transaksi serta menjaga kualitas barang agar tetap baik ketika sampai di tangan customer.
Pemerintah menargetkan biaya logistik di Indonesia turun menjadi 20% dari PDB pada tahun 2024, dan dibawah 10% pada tahun 2045. Salah satu terobosan yang saat ini tengah dilakukan adalah dengan melakukan integrasi Pelindo I, II, III, dan IV.
“Integrasi ini diharapkan akan mewujudkan standar pelayanan yang sama pada setiap level di seluruh Pelabuhan yang di Kelola oleh Pelindo” Ujar Arif Suhartono, Direktur Utama IPC dalam paparannya ketika menjadi narasumber Diskusi Nasional tentang Biaya Logistik Nasional.
Acara tersebut dibuka oleh Keynote Speaker dari Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dan diisi oleh Stakeholder, Asosiasi, dan Pengamat Pelabuhan.
Acara ini sekaligus menjadi sharing dalam rangka mengumpulkan berbagai insight dan pemikiran dalam rangka menurunkan biaya logistik nasional.
Sumber IPC, edit koranbumn
















