Sebagai solusi alternatif mengingat kapasitas ranjang rumah sakit yang penuh akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginisiasi hadirnya Kapal Isoman Terapung bekerja sama dengan PT Pelni. Untuk mendukung hal tersebut, digelar lelang barang memorabilia para atlet Olimpiade Tokyo dalam konser amal bertajuk “Konser Amal Indonesia Tangguh” yang diselenggarakan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) bersama Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih, pada Ahad (8/8) lalu.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan di saat kasus Jawa dan Bali mulai melandai, kondisi di luar Jawa dan Bali justru mengalami peningkatan sehingga diperlukan persiapan untuk penanganan kasus Covid-19. Erick menyebut berbagai upaya telah dilakukan seperti konversi Wisma Haji, Wisma Atlet, dan pembangunan RS Modular di Tanjung Duren. Selain itu, penggunaan Kapal milik Pelni untuk sementara waktu menjadi kapal isolasi mandiri agar masyarakat yang berada di pulau-pulau dapat terjaga kesehatannya.
“Saya akan pastikan kapal isolasi mandiri ini dapat beroperasi dengan baik dan melayani pasien dengan fasilitas yang memadai. Ayo kita terus bergandengan tangan bersama-sama memerangi pandemi ini,” ucap Erick.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut positif kepedulian terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19, salah satunya adalah melalui adanya kapal isoman terapung bekerja sama dengan PT Pelni (Persero). “Kepedulian kapal isoman terapung ini sudah dilakukan di Makassar, yang selanjutnya akan diikuti di tujuh kota. Mari kita sama-sama peduli dan menyumbangkan sedikit rejeki kita untuk yang terpapar,” ujar Budi.
Budi menargetkan tujuh kota lain untuk penyediaan Kapal Isolasi Terpusat Terapung seperti Medan, Padang, Palembang, Lampung, Balikpapan, Bitung, dan Sorong.
Sumber republika, edit koranbumn
















