• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 27 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

KAI Lakukan Sejumlah Adaptasi Selama Pandemi Covid-19 untuk Internal Perusahaan maupun Bagi Penggunanya

by redaksi
24 Agustus 2021
in Berita
0
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rosta Rosalina (25), seorang pengguna Kereta Api Jarak Jauh yang berencana pulang ke Sidoarjo dari Jakarta harus memendam keinginannya sejenak.

Awalnya dia mengaku sudah memesan tiket untuk keberangkatan 30 Juni 2021. Namun dia kemudian membatalkan tiket tersebut dan menjadwalkan ulang untuk keberangkatan 11 Juli 2021.

RelatedPosts

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Semula, wanita yang kerap disapa Rosa ini berniat menantang dirinya dengan pulang menggunakan Kereta Dharmawangsa kelas ekonomi yang memakan waktu lebih kurang 11 jam hingga tiba di Surabaya, Jawa Timur.

Sayangnya, sehari sebelum keberangkatan, tepatnya 10 Juli 2021 dia menerima pemberitahuan lewat pesan singkat bahwa perjalanan Kereta Dharmawangsa dibatalkan.

“Keinginan tersebut gagal karena ternyata Kereta Dharmawangsa di-cancel. Itu baru dikasih tahu lewat SMS malam hari,” katanya

Kendati begitu, Rosa tidak kecewa lantaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI langsung mengganti biaya pembatalan tiketnya secara langsung dihari yang sama dengan pengajuan klaim.

Terkait dengan situasi pandemi ditambah dengan tengah diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021, Rosa mengaku tidak terlalu diberatkan dengan aturan yang berlaku.

Pasalnya, salah satu dokumen yang diwajibkan sebagai syarat perjalanan khusus di Pulau Jawa mulai 5 Juli 2021 adalah wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi Covid-19 (minimal dosis pertama) dan surat tanda negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan RT-PCR yang berlaku maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Bukan itu saja, dia bahkan mengapreasiasi layanan PT KAI yang memberikan perlindungan ekstra kepada pelanggan. Petugas senantiasa berupaya menjamin keselamatan, keamanan, dan kesehatan pengguna jasa terutama di tengah pandemi Covid-19.

Lain kisah dengan Rosa, Eric Marten (28) yang bekerja sebagai customer service di salah satu e-commerce juga punya pengalaman tersendiri saat terpaksa tetap menggunakan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di tengah PPKM.

Meski terkesan rumit, menurut Eric yang sehari-harinya pulang pergi kantor dari Bekasi ke Cikini, Jakarta Pusat menggunakan KRL, sejumlah dokumen persyaratan yang diberlalukan KAI Commuter sebagai anak usaha dari PT KAI sama sekali tidak menyulitkan.

“Sama seperti biasa sih. Jadi cuma lebih ketat diminta untuk memakai double masker untuk jenis jenis masker tertentu juga sekarang itu harus dilengkapi dengan surat keterangan kerja [STRP],” ungkapnya.

Bagi dia, naik KRL di tengah PPKM tak ada bedanya dengan sebelum diperketatnya mobilitas masyarakat. Hanya saja, tidak semua orang kini bisa naik moda transportasi tersebut meskipun peminatnya sangat banyak dibanding angkutan lain.

Adaptasi KAI
Kedua cerita tersebut adalah bagian dari upaya KAI untuk tetap melayani pelanggan secara maksimal di tengah pandemi. Meski terasa menyulitkan, perseroan paham betul masih banyak orang yang terpaksa bepergian kendati bahaya kesehatan menghantui.

Apakah KAI pernah memprediksi dan siap dengan kondisi tersebut? Sepertinya bukan hanya KAI saja, semua orang di dunia tentu tidak siap dengan pandemi ini.

Sejak kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengaku perusahaan pelat merah itu langsung mencatatkan penurunan grafik angkutan penumpang. Alhasil, dari sebelumnya bisa meraup untung Rp23 miliar-27 miliar sehari, kini untuk mendapatkan Rp5 miliar pun sulit.

“Saya bisa gambarkan didalam kondisi normal pendapatan angkutan penumpang itu rata-rata satu hari bisa Rp23 miliar-Rp24 miliar. Kalau weekend itu bisa mencapai Rp26 miliar-Rp27 miliar satu hari,” katanya

Namun begitu, Didiek menilai di situasi ini bukan perihal untung rugi yang jadi prioritas KAI. Baginya, perseroan harus seiring sejalan dengan pemerintah dalam berjuang melawan pandemi Covid-19.

Dia berujar agar mampu menyudahi pandemi, KAI rela mengeluarkan modal demi membantu calon penumpang mendapatkan tes kesehatan yang mudah dan murah.

Sebagai penyedia jasa, KAI senantiasa menyediakan layanan tes cepat antigen, memberikan masker sebagai salah satu dasar utama protokol kesehatan di tengah pandemi, hingga ikut mengalokasikan kuota vaksinasi bagi penumpang yang belum divaksin.

Upaya inilah yang menurut Didiek merupakan bentuk adaptasi KAI di tengah pandemi. Terbaru, KAI kembali menyesuaikan aturan perjalanan demi menjamin kesehatan penumpang yang terpaksa terus bepergian di masa pandemi Covid-19.

KAI masih berpedoman pada regulasi SE No. 17/2021 Satgas Penanganan Covid-19 dimana saat ini pelanggan yang berusia 12 tahun ke atas, wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif tes RT-PCR dengan masa berlaku 2×24 jam atau rapid test antigen dengan masa berlaku 1×24 jam.

Sementara waktu, pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk tidak diperkenankan melakukan perjalanan. KAI memastikan akan mengembalikan biaya tiket 100 persen bagi pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan.

Jaga Kesehatan Keuangan
Namun bukan saja upaya adaptasi di bidang kesehatan pegawai dan pelanggan, Didiek memastikan perseroan juga melakukan langkah strategis menjaga kesehatan keuangan.

Upaya pertama dengan tetap menjaga likuiditas yang merupakan aliran darah dari suatu korporasi. Dia mengaku KAI menyiapkan payung berupa fasilitas pinjaman modal kerja yang standby dari perbankan hingga Rp8,5 triliun.

“Padahal kami secara averange menggunakan sekitar Rp1,5 triliun dalam kondisi yang normal,” ujarnya.

Selanjutnya KAI mengoptimalkan bantuan pemerintah yang didapatkan akhir tahun lalu melalui dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau dalam artian lain adalah pinjaman talangan dari pemerintah dengan suku bunga rendah dan harus dikembalikan saat situasi telah normal.

Upaya kedua, KAI melakukan efisiensi atau penghematan. Hebatnya, perseroan tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang biasanya dilakukan sebuah korporasi sebagai upaya efisiensi dengan alasan pegawai adalah aset berharga milik perseroan.

Menyoal langkah efisiensi, Didiek memilih melakukan negosiasi dengan perbankan dan melakukan restrukturisasi terhadap seluruh kredit investasi dengan pertimbangan arus kas KAI. Bukan itu saja, dia juga melobi Kementerian Keuangan untuk memberikan keringanan berupa penundaan atau pemotongan pajak.

Upaya ketiga, lanjut Didiek, dengan melakukan optimasi pendapatan dari sektor nonangkutan. Beberapa upaya dilakukan dengan menggenjot sektor aset dan angkutan barang.

“Kemudian usaha berikutnya adalah kami membangun upaya-upaya untuk menciptakan pendapatan-pendapatan di luar angkutan penumpang dan barang,” pungkasnya.

Berkaitan dengan layanan angkutan barang, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengaku ingin lebih mengekspansi angkutan barang dengan beragam kerja sama baik untuk angkutan yang sudah lama maupun pengembangan angkutan baru.

“Salah satu yang sudah dilakukan KAI adalah membuka kembali atau reaktivasi jalur kereta api logistik yang ada di pelabuhan, melalui kerja sama dengan Pelindo III dan Terminal Petikemas Surabaya [TPS]. Kita harapkan itu bisa mengekspansi angkutan barang dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan,” imbuhnya.

Mengambil istilah dari sektor perkeretaapian, KAI bagaikan menjaga ‘deadman pedal’ selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Deadman pedal adalah alat yang wajib diinjak dan diangkat secara teratur oleh masinis selama perjalanan untuk menunjang keselamatan perjalanan kereta api.

Ketika masinis berhenti menginjak deadman pedal akibat mengantuk, tertidur atau meninggal secara mendadak, maka alarm akan berbunyi dan lokomotif sertamerta berhenti.

KAI tidak boleh lengah dalam upaya adaptasi selama pandemi baik untuk melindungi penggunanya maupun keberlangsungan internal perseroan, maka strategi ala deadman pedal sudah selayaknya dijalankan.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Indonesia Berupaya Bangun Kereta Cepat dengan Kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam

Next Post

Telkomsel dan Halodoc Sediakan Layanan Vaksinasi Covid-19 Sejak 23-28 Agustus 2021

Related Posts

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

27 Maret 2026
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”
Berita

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

27 Maret 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
Berita

Lewat TJSL, TIMAH Perkuat Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122 Persen, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatra

27 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

27 Maret 2026
Next Post
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Telkomsel dan Halodoc Sediakan Layanan Vaksinasi Covid-19 Sejak 23-28 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

Gandeng KCI, BSN Permudah Pembayaran Tiket Kereta dan Layanan Keuangan Syariah

6 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

5 jam ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Berawal dari Hobi Memasak dan Traveling, Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara Yummy Craft Terus Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

1 hari ago
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona

Mudik Nyaman Bersama BUMN, PNM Fasilitasi Ratusan Peserta Mudik Tanpa Cemas Ongkos

7 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur Terlengkap untuk Tingkatkan Pengalaman Berkendara yang Optimal di Jalan Tol

by redaksi
27 Maret 2026
0

, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi layanan berbasis digital guna meningkatkan kualitas pengalaman berkendara bagi pengguna jalan...

Read more
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

27 Maret 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Lewat TJSL, TIMAH Perkuat Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

27 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Peserta Mudik Gratis BSI Melonjak 122 Persen, 385 Difabel Turut Berangkat ke Jawa dan Sumatra

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In