• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 4 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Peningkatan Harga Batubara, Imbas Positif Bagi Terminal IPCC

by redaksi
29 September 2021
in Anak Perusahaan, Berita
0
Peningkatan Harga Batubara, Imbas Positif Bagi Terminal IPCC
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Meningkatnya harga komoditas batubara global dalam beberapa periode terakhir ini memberikan sentiment positif pada kinerja perusahaan penghasil dan kontraktor yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Sejumlah emiten batubara pun diperkirakan dapat terangkat kinerjanya seiring imbas kenaikan harga komoditas batubara global.

RelatedPosts

Wijaya Karya Menjual Seluruh Saham HIG kepada Hotel Indonesia Natour

Danantara Indonesia dan INA akan Menanamkan Modal Investasi sebesar US$ 200 juta di Proyek Strategis Dikelola Chandra Asri Group

BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkat 17 Maret

Adanya kenaikan harga batubara global seiring dengan meningkatnya harga gas alam untuk pembangkit listrik dunia dimana harga batu bara acuan (HBA) mengalami penguatan hingga ke level US$150,03 per ton pada September 2021. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan akan komoditas batubara dari China, Korea Selatan, maupun Kawasan Eropa karena adanya potensi krisis energi turut mendukung kenaikan tersebut.

Meningkatnya harga gas alam untuk pembangkit listrik di negara tersebut tentunya membuat biaya pembangkit listrik menjadi lebih tinggi. Akibatnya, mereka beralih menggunakan bahan bakar batu bara yang dinilai lebih murah dibandingkan dengan menggunakan gas alam. Di pasar spot komoditas global, harga batubara New Castle mengalami kenaikan hingga ke level US$208,85 per tanggal 28 September 2021. Jika dihitung secara Year to Date maka kenaikan ini mencapai 158,16% dari posisi di akhir 2020 di level US$80,90.

Meningkatnya harga komoditas batubara tersebut tidak hanya dinilai berimbas positif pada perusahaan maupun emiten penghasil batubara namun, juga dinilai memberikan imbas positif pada kebutuhan Alat-alat berat untuk mendukung kegiatan pertambangan emas hitam ini.

Para perusahaan maupun emiten yang bergerak di bidang penyediaan Alat Berat pun dinilai dan diproyreksikan turut merasakan peningkatan permintaan akan Alat-alat Beratnya untuk kebutuhan di industri pertambangan. Jika kondisi industry Alat-alat berat mengalami peningkatan permintaan maka diharapkan juga dapat berimbas positif pada kegiatan bongkar muat kargo Alat Berat di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

Berdasarkan kondisi di Terminal Internasional IPCC, hingga Agustus 2021 terjadi peningkatan arus bongkar muat kargo Alat Berat. Pada kegiatan impor, jumlah Alat Berat yang ditangani oleh IPCC mencapai 2.932 unit sepanjang 8 bulan di tahun ini dimana angkat tersebut mengalami peningkatan 32,79% dibandingkan periode 8 bulan di tahun sebelumnya dengan jumlah 2.205 unit.

Adapun Alat Berat dengan merek Komatsu menguasai pangsa pasar bongkar muat impor Alat Berat di Terminal IPCC dengan jumlah 815 unit sepanjang tahun ini hingga Agustus 2021. Bongkar muat Alat Berat Komatsu tersebut meningkat 350,28% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu dengan jumlah 181 unit. Berikutnya, diikuti dengan merek Kobelco dan Caterpillar dengan jumlah masing-masing 788 unit dan 332 unit di sepanjang 8 bulan di tahun ini.

Pada kegiatan ekspor Alat Berat, merek Hitachi paling banyak dilakukan bongkar muat dengan jumlah 804 unit dimana jumlah tersebut telah meningkat 50,84% dibandingkan dengan kegiatan di tahun sebelumnya sebanyak 533 unit. Berikutnya diikuti dengan Alat Berat merek Sumitomo sebanyak 535 unit dan Caterpillar sebanyak 164 unit.

Di Terminal Domestik, kegiatan bongkar muat Alat Berat pun juga turut mengalami kenaikan. Permintaan akan Alat-alat Berat di sejumlah wilayah di luar Jakarta maupun pulau Jawa memberikan peningkatan aktivitas bongkar muat pada segmen ini. Hingga Agustus 2021, jumlah Alat Berat yang telah ditangani oleh IPCC mencapai 3.923 unit atau meningkat 39,01% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu dengan jumlah 2.822 unit.

Adanya peningkatan harga batubara tampaknya memberikan imbas secara tidak langsung pada kinerja bongkar muat di Terminal IPCC. Bagi IPCC, kesempatan ini merupakan momentum yang baik untuk dapat meningkatkan kinerjanya sehingga tahun ini mendapatkan hasil yang bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Di masa Pandemi tahun lalu, dimana kegiatan bongkar muat relative sepi telah dimanfaatkan oleh IPCC untuk membenahi sarana infrastruktur dan sistem pelayanan yang ada sehingga dampaknya dapat dirasakan di tahun ini dimana IPCC telah siap dalam melakukan pelayanan bongkar muat kargo kendaraan, terlebih untuk kargo Alat Berat beserta dengan spare parts-nya.

Tidak hanya itu, IPCC juga terus melakukan transformasi bisnis baik dari sisi bisnis dan operasional maupun keuangan yang diantaranya ialah meningkatkan standar pelayanan kepada para pelanggannya; dan melakukan digitalisasi sistem untuk memudahkan dan membantu pelayanan kepada pelanggan serta terkoneksi antar sistem baik dari sisi internal IPCC, automaker, shipping line, maupun customs / Bea Cukai.

Dengan semakin pulihnya industri otomotif yang diikuti dengan proses transformasi proses bisnis yang saat ini sedang dikembangkan oleh IPCC dan penjajakan aliansi kerjasama bisnis dengan sejumlah stakeholders dapat berimbas positif pada kinerja keuangan dan operasional IPCC yang pada akhirnya dapat meningkatkan value para investor dan pemegang saham melalui peningkatan harga saham IPCC.

 

IPC Car Terminal, Leading to be World Class Car Terminal Ecosystem

Previous Post

Jaga Kelistrikan PON XX Papua, PLN Kerahkan Ratusan Petugas dari Berbagai Daerah

Next Post

Kolaborasi KAI dan Stakeholder untuk Kembangkan Transportasi Massal di Jabodetabek

Related Posts

Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Berita

Wijaya Karya Menjual Seluruh Saham HIG kepada Hotel Indonesia Natour

3 Maret 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Indonesia dan INA akan Menanamkan Modal Investasi sebesar US$ 200 juta di Proyek Strategis Dikelola Chandra Asri Group

3 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkat 17 Maret

3 Maret 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

3 Maret 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

PINDAD Salurkan Bantuan Pencegahan Risiko Dini Stunting di Puskesmas Babakan Surabaya

3 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

Dirut BULOG Tinjau Mitra Makloon di Maros, Dorong Inovasi Pemanfaatan Sekam Padi Bernilai Ekonomis

3 Maret 2026
Next Post
Kolaborasi KAI dan Stakeholder untuk Kembangkan Transportasi Massal di Jabodetabek

Kolaborasi KAI dan Stakeholder untuk Kembangkan Transportasi Massal di Jabodetabek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Program Ayo Beraksi, Cara Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

7 hari ago
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Telkomsel Proyeksikan Trafik Data Meningkat 11% Periode Ramadan-Lebaran 2026

4 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

TIMAH Dukung Kunjungan Universitas Pertahanan RI ke SMAN 1 Pemali, Buka Peluang Karier dan Beasiswa bagi Pelajar

2 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Salah Satu Point Kerja Sama Danantara dan Arm Targetkan Pelatihan 15.000 Insinyur Indonesia

6 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Berita

Wijaya Karya Menjual Seluruh Saham HIG kepada Hotel Indonesia Natour

by redaksi
3 Maret 2026
0

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan melepas seluruh kepemilikannya pada saham PT Hotel Indonesia Group (HIG). Corporate Secretary WIKA, Ngatemin...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Indonesia dan INA akan Menanamkan Modal Investasi sebesar US$ 200 juta di Proyek Strategis Dikelola Chandra Asri Group

3 Maret 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkat 17 Maret

3 Maret 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

3 Maret 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

PINDAD Salurkan Bantuan Pencegahan Risiko Dini Stunting di Puskesmas Babakan Surabaya

3 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In