Pelindo mendukung upaya mitigasi penanganan krisis iklim, khususnya dalam konteks penurunan emisi karbon dan kelestarian keanekaragaman hayati pada pertemuan ke-26 Conference of the Parties (CoP26) yang berlangsung di Glasgow, United Kingdom.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono juga turut menyampaikan perhatian khusus terkait Green and Smart Ports In Climate Actions melalui pemaparan bertajuk Developing Green and Smart Port Management Through Port Wastes Management.
Pasca merger hal yang menjadi prioritas adalah standarisasi operasi termasuk digitalisasi. Digitalisasi di Pelabuhan ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan program penghijauan, dikarenakan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dalam proses operasional, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta waktu bongkar muat yang lebih cepat sehingga mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan.
Digitalisasi dalam bisnis kepelabuhanan merupakan suatu keharusan karena dapat meningkatkan Pelayanan Kepelabuhanan dengan menjawab Tantangan Bisnis serta mendukung kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional yang efisien dan bersih.
Pelindo sendiri mengelola terminal petikemas NPCT1 di Jakarta yang terhubung langsung dengan akses tol untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas yang berdampak pada minimnya polusi. Selain itu, Pelindo mengelola Terminal Teluk Lamong yang merupakan Inisiatif Terminal Hijau Pelindo yakni Pelabuhan dengan desain operasi yang ramah lingkungan.
Sebagai langkah dalam menjaga lingkungan dan pelestarian alam, Pelindo juga telah menanam lebih dari 40.000 pohon bakau di beberapa wilayah di seluruh Indonesia hanya pada semester pertama tahun 2021 sebagai bagian dari rencana besar Indonesia untuk merehabilitasi hutan bakau yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.















