PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencetak aset terbesar kedua sebesar Rp 1.619,77 triliun pada kuartal III 2021. Adapun realisasi ini tumbuh sebesar 7,14 persen secaraย year to dateย (ytd).
Direktur Utamaย BRIย Sunarso mengatakan total aset konsolidasi per 31 Desember 2020 sebesar Rp 1.511,8 triliun naik menjadi Rp 1.619,77 triliun per 30 September 2021. โBRI mencatat kredit yang diberikan tumbuh 13 persen secara ytd pada akhir kuartal III 2021. Kredit yang diberikan meningkat dari sebesar Rp 899,46 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 1.017 triliun per 30 September 2021,โ ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Jumat (16/12).
Menurutnya terdapat ruang perseroan untuk memantik ekonomi lewat jalur ekspansi kredit. BRI memiliki kemampuan untuk melakukan ekspansi yang tercermin dari rasio pinjaman terhadap simpanan atauย loan to deposit ratioย (LDR) yang masih berada angka 83 persen.
Sunarso menjelaskan kemampuan ekspansi ini ditopang oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal atauย capital adequacy ratioย (CAR) sebesar 24 persen atau tiga kali lipat di atas threshold yang diatur Bank Indonesia.
โLDR kita berada kisaran 83 persen sedangkan yang optimal, bahkan regulator memberikan batasan atas 92 persen. Artinya, BRI masih punya ruang yang cukup secara likuiditas untuk menumbuhkan kredit. Maka, BRI masih punya kesempatan tumbuh secara agresif ke depan, tentu agresif yang disertai dengan kehati-hatian,โ kata Sunarso.
Di samping itu, BRI berupaya melakukan transformasi manajerial dan kultur agar dapat meningkatkan tata Kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Adapun penerapan praktik ini salah satunya tercermin dari pengukuran-pengukuran yang dilakukan pihak independen.
โOrganisasi BRI harus punya agility yang tinggi, maka kemudian hierarki kita sederhanakan menjadi lebih flat dan lebih agile,โ ucapnya.
Sumber Republika, edit koranbumn














