• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

BNI dan BTN Catat Kredit Restrukturisasi Jatuh ke NPL Kecil

by redaksi
19 Desember 2021
in Berita
0
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Program restrukturisasi Covid-19 yang diberikan perbankan terbukti sangat membantu para debiturnya yang terdampak pandemi Covid-19 bisa bangkit. Jumlah debitur yang sudah kembali normal menjalankan kewajibannya terus meningkat. Sedangkan debitur yang tidak terselamatkan dengan program jumlahnya masih kecil.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kredit yang turun menjadi kategori non performing loan (NPL) per Oktober dari total kredit restrukturisasi Covid-19 tidak lebih dari 5%.

RelatedPosts

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

Restrukturisasi kredit perbankan tercatat sudah melandai. Per Oktober 2021, total restrukturisasi Covid-19 perbankan mencapai Rp 714 triliun yang berasal dari 4,5 juta debitur. Itu berkurang Rp 116 triliun dari Desember 2020.

Sementara jumlah kredit restrukturisasi termasuk yang bukan program Covid-19 mencapai Rp 1.019 triliun atau turun dari Rp 1.106 triliun pada akhir tahun lalu.

“Kami melakukan pemantauan secara bulanan terhadap restrukturisasi Covid-19 ini. Kami meminta bank untuk memantau berapa tingkat kegagalan, dan berapa yang restrukturisasi masih harus berlanjut. Memang tingkat kegagalannya tidak sampai 5%, ini berasal dari sektor yang yang dampak Covid-19 cukup parah. Kegagalan ini juga yang membuat NPL meningkat,” jelas Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo dalam webinar, Rabu (15/12).

Slamet bilang, salah satu sektor yang terdampak parah tersebut adalah transportasi dan akomodasi. Namun, risiko restrukturisasi kredit perbankan tersebut sudah diantisipasi bank dengan mengalokasikan pencadangan hingga 187%. Khusus untuk restrukturisasi Covid-19 telah dilakukan dialokasikan pencadangan 34%.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) salah satu yang mencatatkan penurunan restrukturisasi kredit. David Pirzada Direktur Managemen Resiko BNI mengatakan, outstanding restrukturisasi Covid-19 perseroan per November sudah turun 20% dari akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 102 triliun.

Seperti diketahui, kredit yang masuk dalam program restrukturisasi Covid-19 dikategorikan lancar sesuai dengan aturan keringanan yang diberikan OJK dan berlaku hingga Maret 2023.  Adapun jumlah kredit yang tetap gagal meski sudah dilakukan restrukturisasi Covid-19 di BNI tercatat kecil.

“Debitur restrukturisasi Covid-19 yang downgrade ke NPL hanya 1%. Itu didominasi oleh sektor industri perdagangan, restoran, hotel dan industri pengolahan,” ungkap David pada KONTAN, Kamis (16/12).

Sementara untuk debitur unflagging atau sudah recover kembali normal tercatat mencapai 6% dari total restrurisasi Covid-19.  David merinci profil resiko dari oustanding restrukturisasi kredit saat ini sebesar 60% masuk kategori medium riks sehingga masih membutuhkan waktu untuk kembali normal.

BNI telah mengalokasikan pencadangan khusus untuk kredit restrukturisasi Covid-19 sebesar 11%. Itu meningkat dari 5% pada Desember 2020. “Menurut kami cukup untuk memitigasi potensi risiko ke depan,” ujar David.

Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga mencatat rasio kegagalan dari debitur restrukturisasi Covid-19 cukup kecil. Hingga November 2021, jumlah  kredit yang direstrukturisasi Covid-19 pada bank ini mencapai 43 triliun atau turun 25% jika dibandingkan akhir tahun 2020.

“Untuk kredit restrukturisasi Covid-19 yang bergeser menjadi NPL sampai November 2021 masih cukup rendah karena profile debitur yang masuk kategori High Risk relatif kecil hanya 3.8%. Sisanya masuk kategori low risk,” kata Direktur Wholesale Risk and Asset Management BTN Elisabeth Novie Riswanti.

Novie mengatakan, pihaknya secara berkesinambungan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap debitur-debitur yang dilakukan restrukturisasi Covid-19. Perseroan juga sudah melakukan pencadangan terhadap debitur yang direstrukturisasi sesuai dengan profil risikonya.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

PLN Telah Tetapkan Rencana Pengembangan PLTD Konversi dalam Kurun Waktu 5 tahun

Next Post

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi Paparkan Skema Recycling Asset Guna Optimalkan Belanja Modal

Related Posts

Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

4 Mei 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu
Anak Perusahaan

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Di Hari Pendidikan Nasional, Proyek Sekolah Rakyat Halmahera Barat Dapat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

4 Mei 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia, IAS dan IVENDO Sepakati Kerjasama

4 Mei 2026
Next Post
Waspadai  Wabah Virus Corona, Angkasa Pura I Siapkan Spray Disinfektan

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi Paparkan Skema Recycling Asset Guna Optimalkan Belanja Modal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

No Content Available
Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

by redaksi
4 Mei 2026
0

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat peranannya dalam...

Read more
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In