• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 29 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bulog Segera Lakukan Proses Lelang untuk Pengadaan Kedelai Bersubsidi dari Pemerintah

by redaksi
28 Maret 2022
in Berita
0
Literasi Bulog : MoveNas
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perum Bulog menyatakan, akan segera melakukan proses lelang untuk pengadaan kedelai bersubsidi dari pemerintah. Adapun, lelang tersebut tidak hanya untuk kedelai impor tapi juga lokal.

Pemerintah telah menetapkan besaran subsidi kedelai Rp 1.000 per kg. Penyaluran kedelai bersubsidi dilakukan oleh Bulog. Di mana, Bulog akan membeli kedelai impor maupun lokal dengan harga pasar dan dijual ke perajin tahu dan tempe dengan harga yang sudah disubsidi.

RelatedPosts

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

BULOG dan ID FOOD Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

Tol IKN Difungsionalkan Saat Lebaran 2026, Perkuat Mobilitas Balikpapan–Samarinda–PPU

Sekretaris Perusahaan Bulog, Awaluddin Iqbal, mengatakan, inti dari program tersebut untuk meringankan beban para perajin tahu tempe di tengah kenaikan harga pasar kedelai yang sangat tinggi.

“Lelang segera kita lakukan. Harapannya nanti harga yang kita terima adalah harga wajar sesuai pasar. Tentu nanti akan ada persaingan (harga) antar peserta lelang,” kata Awaluddin

Awaluddin menekankan, prinsip lelang untuk pengadaan kedelai bersubsidi tidak terpaku pada lokal maupun impor. Yang jelas, pengadaan akan dilakukan sesuai kebutuhan. Awaludin menyebut, seperti untuk kebutuhan produksi tahu, penggunaan kedelai lokal dinilai perajin lebih bagus.

Namun, Bulog menilai, pasokan kedelai lokal saat ini kemungkinan belum begitu banyak karena belum memasuki panen. “Prinsipnya stok kedelai yang sudah ada di dalam negeri dan yang dikuasai oleh pelaku usaha, itu yang kita beli melalui lelang,” kata Awaludin.

Diketahui, total anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program ini diperkirakan sebesar Rp 955 miliar. Adapun sumber anggaran berasal dari cadangan stabilisasi harga pangan (CSHP).

Total anggaran tersebut berdasarkan asumsi perhitungan 200 ribu ton kedelai setiap bulannya yang diberikan selama empat bulan. Jumlah itu dikali Rp 1.194 per kg. Di mana, Rp 1.000 per kg merupakan biaya penggantian selisih harga dan Rp 194 per kg menjadi margin fee untuk Bulog.

Adapun, jumlah anggota Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) yang menjadi sasaran penerima bantuan kedelai telah sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga, mengatakan, asosiasi sudah mendapatkan informasi dari Bulog bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan lelang. Akindo, pun akan menyampaikan informasi tersebut kepada para pelaku importir kedelai di Indonesia untuk mengikuti lelang.

Soal harga, ia menilai itu tergantung dari kontrak masing-masing. Namun pada dasarnya importir ingin agar kedelai dibeli oleh Bulog sesuai harga pasar.

“Kalau importir tentu ingin harga pasar. Harga terbaru saya belum ikuti, tapi kalau harga terakhir per 23 Maret 2022 sekitar Rp 11.500 – Rp 11.600 per kg di tingkat importir,” kata dia.

Menurut dia, importir umumnya siap mengikuti lelang dan tidak akan terjadi gangguan pasokan. Sebab, para perajin tahu dan tempe pun akan menerima pasokan yang sama. Importir menjual terlebih dahulu ke Bulog karena ada program subsidi di mana anggarannya diberikan kepada Bulog.

“Barangnya ya itu juga, biasa kan importir langsung ke perajin, sekarang lewat Bulog karena ada subsidinya,” ujar Hidayatullah.

Soal pasokan kedelai dunia, ia menilai saat ini masih cukup banyak dan tidak terjadi kelangkaan. Pasalnya, neraca produksi dan kebutuhan masih relatif seimbang.

“Kebetulan mungkin ada negara yang beli lebih cepat, jadi menganggu sedikit (pasokan global) tapi itu di awal-awal saja, nantinya normal lagi,” kata dia.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

Pupuk Indonesia Pastikan Stok Bahan Baku Indonesia Masih Tercukupi

Next Post

Dirut HIN Iswandi Said Akui Ajang MotoGP Mandalika Dorong Peningkatan Okupasi Hotel Kelola HIG Grup

Related Posts

Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

29 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG dan ID FOOD Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

29 Maret 2026
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Tol IKN Difungsionalkan Saat Lebaran 2026, Perkuat Mobilitas Balikpapan–Samarinda–PPU

29 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

28 Maret 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

28 Maret 2026
PNM Telah Berikan Keringanan kepada 109.733 Debitur Terdampak Corona
Berita

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

28 Maret 2026
Next Post
Sunday Market di Grand Inna Bali Beach turut Bangkitkan Kembali Perekonomian Bali

Dirut HIN Iswandi Said Akui Ajang MotoGP Mandalika Dorong Peningkatan Okupasi Hotel Kelola HIG Grup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Naik Kelas! Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota

3 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sisa 28 Persen, Masyarakat Diminta Segera Manfaatkan Diskon Transportasi Sebelum Habis

2 hari ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

2 hari ago
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

Lewat TJSL, TIMAH Perkuat Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

2 hari ago
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

by redaksi
29 Maret 2026
0

Di tengah dinamika arus balik Angkutan Lebaran 2026, pergerakan pemudik dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan tren yang ramai namun...

Read more
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG dan ID FOOD Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

29 Maret 2026
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan

Tol IKN Difungsionalkan Saat Lebaran 2026, Perkuat Mobilitas Balikpapan–Samarinda–PPU

29 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

28 Maret 2026
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026

28 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In