• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 18 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pertamina Energy Forum 2023: Dorong Kolaborasi Hadapi Trilema Energi

by redaksi
20 Desember 2023
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Pertamina (Persero) terus mendorong kolaborasi nasional dan global untuk menghadapi tantangan trilema energi. Sebagai BUMN Energi nasional, Pertamina fokus menjawab 3 (tiga) isu strategis yakni Energy Security (ketahanan energi), Energy Affordability (keterjangkauan biaya energi), dan Environmental Sustainability (keberlanjutan lingkungan).

Hal ini ditegaskan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dalam gelaran Pertamina Energy Forum (PEF) 2023 yang berlangsung di Jakarta, Senin, 18 Desember 2023.

RelatedPosts

IFG Life dan Anak Usaha Mencatat Pembayaran Klaim dan Manfaat Asuransi sebesar Rp10,7 triliun Sepanjang 2025

Danantara Pemegang Saham Baru Himbara, OJK Menegaskan Pengawasan Prudensial Tak Berubah

Mulai 16 Februari 2026, Citilink Membuka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru

Saat membuka acara PEF 2023, Nicke Widyawati menguraikan bahwa semua negara memiliki target yang sama untuk mencapai net zero emission, baik di tahun 2050 ataupun 2060. Hal tersebut tergantung dari situasi di masing-masing negara.

“Setelah semua negara berkomitmen terhadap penurunan karbon emisi menuju net zero emission, ada optimisme, ada kegamangan, ada kekhawatiran. Namun ini semua tidak menyurutkan langkah kita untuk terus melaksanakan energi transisi seperti yang disepakati bersama,” ungkap Nicke saat acara Pertamina Energy Forum 2023 yang berlangsung di Ballroom Grha Pertamina (18/12)

Terkait energy security, kata Nicke, laporan terakhir World Energy Council menyebut bahwa Indonesia menempati rangking 53 dunia. Pada aspek energy security, rata-rata dunia skornya 58 (C), sedangkan Indonesia berada di skor 66 (A). Artinya ketahanan energi Indonesia lebih baik dibanding rata-rata dunia. Bahkan banyak negara maju skornya masih di bawah Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina juga membawa dampak signifikan terhadap ketersediaan energi di negara-negara dunia. Namun hal tersebut tidak membawa dampak signifikan bagi Indonesia.

“Kita bisa melihat tidak ada dampak yang signifikan terhadap supply energy. Kita semua masih nyaman, bisa mengakses energi dengan harga yang affordable, dengan berbagai kebijakan yang ada,” imbuh Nicke.

Untuk aspek energy equity, Nicke menilai perlunya sektor energi bisa mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan memberikan aksesibilitas energi yang adil dan merata. Sektor energi juga diharapkan dapat mendorong industrialisasi, menyerap tenaga kerja yang dapat meningkatkan PDB dan daya beli. Sementara itu, pada aspek environmental sustainability, jelas Nicke, saat ini Indonesia memiliki skor 63,1, sedangkan skor dunia yakni 66.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri BUMN, Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S.E, menyampaikan tantangan dan peran sektor energi dalam menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia harus mampu tumbuh tinggi untuk keluar dari Middle Income Trap (MIT) sebelum tahun 2045. Gas dapat dioptimalkan menjadi sumber energi utama dalam masa transisi energi. Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi gas di antaranya yaitu menjaga ekspor dan impor dan membuat pusat perdagangan di Indonesia.

Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Satya Widya Yudha, M.Sc menyampaikan terkait ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi perubahan Iklim. Ada empat indikator ketahanan energi Indonesia yaitu availability, accessibility, affordability, dan acceptability. Dalam pembaruan kebijakan energi nasional terdapat grand strategy untuk tetap menjaga ketahanan energi dalam transisi energi yaitu memaksimalkan energi terbarukan dan meminimalkan penggunaan fosil (batubara dan gasoline).

PEF tahun ini, Pertamina juga meluncurkan Pertamina Energy Outlook 2023 dengan tema “Navigating Indonesia’s Energy Transition: Climate Related Risk & Opportunity”. Pada peluncuran tersebut Senior Vice President Strategy and Investment Pertamina, Henricus Herwin menyampaikan bahwa outlook energi Pertamina akan mengembangkan 3 skenario untuk memperhitungkan ketidakpastian tingkat pertumbuhan ekonomi dan laju transisi energi yaitu melalui skenario Ordinary State, Appropriate Sustainability, dan Economic Renaissance.

Ordinary State merupakan skenario pada kondisi pertumbuhan ekonomi tidak terlalu jauh dari tren historis masa lalu Indonesia, di mana masih dibutuhkan perubahan structural untuk bisa meningkatkan statusnya dari negara berpendapatan menengah. Selanjutnya Appropriate Sustainability, adalah skenario dengan Indonesia tetap meneruskan komitmen untuk melakukan transisi energi dengan implementasi energi hijau dan transisi energi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Terakhir, skenario Economic Renaissance, ketika Indonesia berhasil menjadi negara berpendapatan tinggi dengan product domestic bruto tinggi sehingga berpengaruh terhadap permintaan energi dan mendapat dukungan terobosan teknologi yang mampu menurunkan emisi secara signifikan.

Ketiga skenario tersebut dibangun berdasarkan tingkatan nya, di mana Economic Renaissance masuk ke dalam high scenario. Sedangkan Ordinary State dan Appropriate Sustainability masuk dalam low scenario. Outlook energi Pertamina juga memperhitungkan implikasi bauran energi Indonesia jelang tahun 2060 seperti pengembangan batu bara, minyak, gas dan energi terbarukan.

Senada dengan Henricus, VP Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin memaparkan outlook energi Pertamina terkait model roadmap transportasi seperti EV, biofuel dan bahan bakar gas. Ada pula campuran gas di sektor ketenagalistrikan, karena gas mengeluarkan CO2 yang lebih sedikit. Pertamina juga melakukan bauran energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan, seperti tenaga surya dan nuklir, serta potensi energi angin. Selain itu, juga menjalankan Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage.

Pertamina Energy Outlook 2023 memberikan gambaran kuantitatif beberapa skenario kebutuhan energi Indonesia di masa depan serta emisi karbon hingga tahun 2060, yang didasarkan pada tren makroekonomi dan visi pemerintah serta dunia usaha.

Pertamina Energy Outlook 2023 diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan, dan dapat memberikan kontribusi positif kepada pengambil kebijakan, pemangku kepentingan dunia usaha, investor, peneliti dan pemerhati bidang energi mengenai berbagai kemungkinan dan peluang pengembangan energi Indonesia di masa depan.

Forum tahunan Pertamina ini menghadirkan keynote speaker Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Satya Widya Yudha, M.Sc dan Staf Khusus Menteri BUMN, Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S.E. Hadir. Hadir pula Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, SKK Migas, pimpinan perusahaan baik nasional maupun internasional, serta praktisi energi di Indonesia.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Sumber Pertamina

Previous Post

Dorong Transaksi Non Tunai Layanan Mandiri Contactless

Next Post

Tutup Tahun 2023, Sukuk Mudharabah Subordinasi BSI Oversubsribed 1,75 Kali

Related Posts

Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG
Anak Perusahaan

IFG Life dan Anak Usaha Mencatat Pembayaran Klaim dan Manfaat Asuransi sebesar Rp10,7 triliun Sepanjang 2025

17 Februari 2026
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun
Berita

Danantara Pemegang Saham Baru Himbara, OJK Menegaskan Pengawasan Prudensial Tak Berubah

17 Februari 2026
Citilink Indonesia Luncurkan Karya Kolaborasi dengan Brand Lokal di Gelaran Java Jazz Festival 2020
Berita

Mulai 16 Februari 2026, Citilink Membuka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru

17 Februari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Dirut Jasa Marga: Sebanyak 378 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Pada Periode H-4 s.d H-3 Libur Tahun Baru Imlek 2026

17 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Strategi Danantara Mencapai Target ROA 7%

17 Februari 2026
CSR INALUM Salurkan Bantuan  10 Unit Kursi Roda kepada  Yayasan Prestasi Lansia Medan
Berita

INALUM Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional melalui Pengembangan Terintegrasi Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah

17 Februari 2026
Next Post
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Tutup Tahun 2023, Sukuk Mudharabah Subordinasi BSI Oversubsribed 1,75 Kali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Pembentukan Holding Maskapai BUMN, Garuda Indonesa menjadi Induk Perusahaan Tuntas pada Kuartal I 2026

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Terus Melakukan Penataan Bisnis, Rampingkan 38 anak usaha Non-inti pada Tahun Ini

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Resmi Terbentuk Subholding Downstream, Pertamina Tuntaskan Penggabungan Tiga Subholding Hilir

2 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

WIKA Segera Rampungkan Tol Serang–Panimbang Seksi 2, Siap Dukung Konektivitas Mudik 2026 dan Pemerataan Ekonomi Banten

6 hari ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG
Anak Perusahaan

IFG Life dan Anak Usaha Mencatat Pembayaran Klaim dan Manfaat Asuransi sebesar Rp10,7 triliun Sepanjang 2025

by redaksi
17 Februari 2026
0

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan anak usahanya PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) mencatat pembayaran klaim dan...

Read more
Remunerasi 2019, BNI Naik BTN Turun

Danantara Pemegang Saham Baru Himbara, OJK Menegaskan Pengawasan Prudensial Tak Berubah

17 Februari 2026
Citilink Indonesia Luncurkan Karya Kolaborasi dengan Brand Lokal di Gelaran Java Jazz Festival 2020

Mulai 16 Februari 2026, Citilink Membuka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru

17 Februari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Dirut Jasa Marga: Sebanyak 378 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Pada Periode H-4 s.d H-3 Libur Tahun Baru Imlek 2026

17 Februari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Strategi Danantara Mencapai Target ROA 7%

17 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In