Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman menjelaskan bahwa premi konsolidasian perusahaan pada Januari—Oktober 2025 mencapai Rp5,67 triliun. Nilainya tumbuh 8,19% (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp5,24 triliun.
Ryan meyakini bahwa capaian positif hingga Oktober 2025 itu akan membuat IFG Life mencatatkan pertumbuhan kinerja pada akhir tahun. Meskipun perolehan premi telah tumbuh baik pada Oktober, menurutnya, IFG Life akan tetap menggenjot kinerja dalam dua bulan terakhir.
“Kinerja keuangan IFG Life menunjukkan perusahaan semakin kuat secara fundamental. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan premi serta penguatan tingkat solvabilitas perusahaan,” ujar Ryan, Kamis (14/11/2025).
Ryan juga menjelaskan bahwa sejak perusahaan berdiri pada Oktober 2020, IFG Life telah membayar klaim di atas Rp22,6 triliun kepada lebih dari 450.000 peserta. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam membayarkan kewajiban kepada pemegang polis secara tepat waktu dan transparan.
Selain peserta baru, IFG Life juga turut membayarkan klaim kepada pemegang polis yang telah menyetujui restrukturisasi dan transfer polis dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Ryan memaparkan bahwa ekuitas perusahaan per Oktober 2025 mencapai Rp5,04 triliun, naik 31,43% (YoY) dari sebelumnya senilai Rp3,84 triliun. Menurutnya, capaian itu menegaskan efektivitas strategi pengelolaan keuangan serta komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan nasabah melalui tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang disiplin.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan asuransi jiwa memiliki modal minimum Rp500 miliar pada 2026, lalu batas itu naik menjadi Rp1 triliun pada 2028.
Dari sisi struktur permodalan perusahaan, tingkat risk based capital (RBC) IFG Life tercatat sebesar 217,9%, berada di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120%.
“Capaian ini membuktikan ketahanan finansial IFG Life dalam menghadapi dinamika industri, juga menunjukkan kemampuan kami untuk menunaikan kewajiban kepada nasabah dengan bertanggung jawab,” kata Ryan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















