• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 5 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Indonesia Menargetkan KEN untuk Mencapai 70%-72% Energi Terbarukan pada 2060

by redaksi
8 Maret 2026
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

 Situasi geopolitik dunia serta paket kebijakan dalam negeri yang belum tampak mendukung ekspansi massif pengembangan energi terbarukan tertahan. Apalagi, Indonesia punya target ambisius dalam peta transisi energi hingga 2026 yang tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional.

Arah kebijakan energi nasional tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagai peta jalan transisi energi hingga 2060. Regulasi yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada November 2025 itu memuat target bauran energi terbarukan mencapai 70%–72% pada 2060.

Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Dewan Energi Nasional (DEN) Yunus Saefulhak menegaskan target tersebut bukan perkara mudah.

“Dan tentunya di sini perlu dukungan, kolaborasi dalam mengimplementasikannya. Karena di dalam PP ini ada target-target supply demand energy sampai dengan tahun 2060. Yang tidak gampang tentunya untuk dicapai,” ujarnya di sela paparan Sosialisasi KEN kolaborasi DEN dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

 

Dalam proyeksi DEN, penyediaan energi primer ditargetkan tumbuh 1,9%–2,1% per tahun. Total pasokan yang pada 2024 terealisasi 278 juta ton setara minyak (TOE) diperkirakan meningkat menjadi 665 juta TOE (skenario rendah) hingga 775 juta TOE (skenario tinggi) pada 2060.

Transformasi terbesar terjadi pada bauran energi terbarukan. Jika kontribusi energi terbarukan pada 2024 sekitar 15%, maka pada 2060 porsinya ditargetkan mencapai 70% pada skenario rendah dan 72% pada skenario tinggi.

“Untuk sasaran energi primer, yang warnanya hijau itu low skenarionya adalah 70% dan high skenarionya adalah 72% EBT,” kata Yunus.

Namun, target jangka menengah direvisi lebih realistis. Pada 2030, porsi EBT ditetapkan 19%–22%, lebih rendah dibanding desain KEN sebelumnya. Akselerasi signifikan baru akan terlihat setelah 2030, ketika regulasi, teknologi, dan kesiapan industri dinilai lebih matang.

Struktur bauran energi 2060 menunjukkan energi surya menjadi tulang punggung dengan porsi 29,8%–32%. Gas bumi tetap berperan sebagai energi transisi di kisaran 14,4%–15,4%, disusul biomassa sekitar 12%–13% dan nuklir 11,7%–12,1%.

“Nuklir dulu last option, tapi sekarang sudah tidak lagi. Nuklir adalah menyeimbangkan dan mencapai target,” kata Yunus.

Sementara itu, porsi energi fosil secara persentase menyusut tajam. Meski demikian, Yunus menegaskan secara volume tidak serta-merta turun drastis karena kebutuhan energi nasional meningkat.

“Tapi itu sesungguhnya karena demand-nya semakin besar. Ini hanya persentasenya. Secara volume sesungguhnya relatif sama dengan angka-angka yang sekarang,” ujarnya.

Jika dari sisi kebijakan target tampak ambisius, tantangan terbesar sebenarnya berada pada tahap implementasi, terutama di sektor industri.

Anggota DEN Sripeni Inten Cahyani menekankan bahwa keberhasilan KEN tidak hanya soal arah kebijakan, tetapi eksekusi di level korporasi.

“Kalau tadi DEN adalah penjaga kompas arah dari kebijakan energi nasional, maka bagaimana eksekusinya di level korporasi?” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi, konsumsi energi final tumbuh 1,3%–1,4% per tahun, dari 174 juta TOE pada 2024 menjadi 379–433 juta TOE pada 2060. Struktur konsumsi akan semakin didominasi sektor industri.

Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN dalam mengimplementasikan KEN.

Melalui RUPTL 2025–2034, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, dengan 76 persen atau sekitar 52,82 GW berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

Selain itu, PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit (kms) dalam 10 tahun ke depan. Infrastruktur ini ditujukan untuk mengatasi tantangan geografis berupa ketidaksesuaian antara lokasi sumber energi hijau dan pusat permintaan serta kawasan industri.

Di tengah persiapan dan komitmen yang disampaikan PLN, Sripeni pun menyoroti besarnya porsi industri dalam grafik konsumsi energi. Menurutnya, hilirisasi mineral harus menjadi motor pertumbuhan demand energi nasional.

Sripeni juga mengingatkan bahwa ambisi peningkatan energi terbarukan harus diimbangi kesiapan pasar menyerap energi tersebut.

“Tidak mungkin RUPTL-nya PLN itu bisa jalan, EBT-nya bisa terjamin kalau tidak ada yang menyerap energinya. Jadi memang ini dua ini harus sama-sama,” ujarnya.

Dengan kata lain, pembangunan pembangkit EBT harus sinkron dengan pertumbuhan industri dan elektrifikasi transportasi serta rumah tangga.

Selain itu, kebutuhan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah tersendiri. DEN mencatat kebutuhan transmisi listrik mencapai 47.000 kilometer, yang memerlukan dukungan material dan investasi besar.

Secara desain, KEN terbaru mencoba menyeimbangkan realisme jangka pendek dan ambisi jangka panjang. Target 19%–22% EBT pada 2030 mencerminkan koreksi terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi masa lalu, sementara lonjakan menuju 70%–72% pada 2060 menuntut transformasi struktural besar-besaran.

Dengan dominasi industri dalam konsumsi energi hingga elektrifikasi lintas sektor, pertanyaan mengenai ambisi atau realisme target KEN pada akhirnya akan bergantung pada konsistensi eksekusi pemerintah. Tanpa implementasi jangka pendek yang strategis, target bauran energi 2026 hanya sekadar angka ambisius di atas kertas.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

Next Post

SMI akan Menerbitkan Obligasi dengan Target Perolehan Dana senilai Rp10 triliun pada 2026

Related Posts

Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

4 Juni 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

4 Juni 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

4 Juni 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dorong Gen Z Kenal Keuangan Syariah, BSI Sasar Pelajar dan Sekolah

4 Juni 2026
INTI Kembangkan Produksi Perangkat Telekomunikasi Network Terminal Equipment
Berita

Susunan Direksi INTI Terkini

4 Juni 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

4 Juni 2026
Next Post
Proyek Infrastruktur Masih Menarik, SMI Terima Pinjaman Rp10,26 Triliun dari Lima Bank Global

SMI akan Menerbitkan Obligasi dengan Target Perolehan Dana senilai Rp10 triliun pada 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Presiden Prabowo Subianto Menerbitkan Revisi PP Terkait Organisasi dan Tata Kelola Danantara

3 hari ago
Merger BUMN Pelabuhan, Pelindo II Jadi Surviving Entity

Kick Off Program Efisiensi Biaya Tahun 2026 Pelindo melalui Cost Optimization Program (OPTIPI).

20 jam ago
Update BP BUMN,  Pelaksanaan Streamlining

Update BP BUMN, Pelaksanaan Streamlining

3 hari ago
Maknai Semangat Iduladha 1447 H, Jasa Raharja Hadir Berbagi untuk Masyarakat melalui Penyaluran Paket Daging Kurban

Maknai Semangat Iduladha 1447 H, Jasa Raharja Hadir Berbagi untuk Masyarakat melalui Penyaluran Paket Daging Kurban

4 hari ago
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

by redaksi
4 Juni 2026
0

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) turut mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)...

Read more
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

4 Juni 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

4 Juni 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dorong Gen Z Kenal Keuangan Syariah, BSI Sasar Pelajar dan Sekolah

4 Juni 2026
INTI Kembangkan Produksi Perangkat Telekomunikasi Network Terminal Equipment

Susunan Direksi INTI Terkini

4 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In