Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan bisa membiayai 150.000 unit rumah rendah emisi hingga 2029.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan pembiayaan terhadap rumah rendah emisi sebagai kontribusi nyata BTN dalam program green financing atau pembiayaan ramah lingkungan.
Menurutnya perubahan iklim global telah berdampak negatif terhadap alam dengan banyaknya bencana yang terjadi.
Sehingga dibutuhkan komitmen untuk melakukan pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan membangun rumah rendah emisi.
Rumah rendah emisi yang dibiayai BTN menggunakan bata dari bahan baku daur ulang, seperti dari sampah plastik. Saat ini, BTN sudah membiayai 9.000 unit rumah rendah emisi dan akan terus ditambah hingga mencapai target di 2029.
“Program Rumah Rendah Emisi yang dilakukan BTN dengan melibatkan mitra developer dan produsen material bangunan yang ramah lingkungan (eco-friendly) untuk membiayai 150.000 unit rumah rendah emisi hingga 2029,” kata Nixon kepada media, Rabu (10/12/2025).
BTN juga mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA) atas program Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu, yang memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk kemudian ditukarkan menjadi saldo tabungan di BTN dan dapat mengurangi angsuran KPR setiap bulannya.
BTN juga secara konsisten telah melakukan berbagai inisiatif keberlanjutan, contohnya mengurangi konsumsi kertas, menggunakan kendaraan listrik untuk operasional, memasang panel surya, dan mendorong digitalisasi baik untuk internal operation maupun untuk nasabah.
“Apa yang kita lakukan terhadap bumi, akan kita tuai kemudian hari. Ini yang saya tularkan ke generasi muda, bahwa kita harus melihat bumi dengan cara berbeda. Sebab itu, sistem pembiayaan di BTN pun kami ubah,” tutur Nixon.
Pada kesempatan tersebut, BTN secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Udayana dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas jasa dan layanan perbankan serta dukungan untuk pengembangan sivitas akademika di kampus Unud.
Melalui kerja sama tersebut, BTN memberikan solusi pengelolaan keuangan untuk operasional kampus Unud dan memenuhi berbagai kebutuhan institusi pendidikan melalui produk dan layanan BTN.
Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, mengatakan kerja sama antara Unud dan BTN tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung aktivitas pembelajaran di seluruh civitas akademika, mulai dari kolaborasi riset, magang, hingga seminar dan kuliah umum.
“Kami mengundang kerja sama yang lebih luas untuk seluruh ruang lingkup sesuai visi Universitas Udayana, karena kami memandang BTN sebagai mitra strategis dalam konteks layanan keuangan dan juga pembelajaran. Diharapkan kerja sama ini dapat mendukung literasi keuangan dan pembelajaran praktek perbankan, sehingga mahasiswa Unud unggul secara akademik dan berkontribusi secara nyata di masyarakat,” ujar Sudarsana.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















