PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memperoleh kontrak baru yang didominasi proyek pemerintah seperti gedung di Ibu Kota Nusantara hingga Sekolah Rakyat per November 2025.
ADHI mencatatkan pertumbuhan realisasi kontrak baru hingga 80% per November 2025 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi, dikutip Kamis (4/12/2025), kontrak baru yang diraih ADHI mencapai Rp14,1 triliun, atau meningkat 80,7% dibandingkan dengan Oktober 2025 sebesar Rp7,8 triliun.
Tercatat, proyek-proyek infrastruktur pemerintah mendominasi kontrak baru. Proyek tersebut antara lain, Gedung & Kawasan Lembaga Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara, Sekolah Rakyat Tahap II Provinsi Jawa Tengah, Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tahap II, dan Pembangunan Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru.
Komposisi proyek dalam perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari proyek Gedung sebesar 65%, Infrastruktur 20%, EPC (Engineering, Procurement, Construction) 5%, serta kategori lainnya sebesar 10%.
Dari sisi sumber pendanaan, kontribusi terbesar berasal dari pemerintah sebesar 74%, disusul oleh BUMN/D sebesar 19% dan sektor swasta sebesar 7%.
Adapun berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak masih ditopang oleh segmen Engineering & Konstruksi sebesar 93%, Property & Hospitality 4%, Manufaktur 1%, serta Investasi & Konsesi sebesar 2%.
Manajemen menuturkan perolehan kontrak baru ini mencerminkan strategi Perseroan dalam memperkuat portofolio proyek serta menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha di tengah dinamika industri konstruksi.
“Dengan pipeline proyek yang semakin solid, ADHI memandang pencapaian ini sebagai penguatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ke depan, sekaligus memperkuat posisi ADHI dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional,” tulis ADHI.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (16/9/2025), ADHI mengumumkan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri A senilai Rp1,28 triliun.
Pelunasan ini menjadi sinyal positif yang memperkuat fondasi keuangan perusahaan, khususnya menjelang rencana pembentukan holding BUMN Karya yang digagas pemerintah.
Kinerja keuangan ADHI sendiri memperlihatkan ketahanan yang cukup baik pada semester pertama 2025 ini. Di tengah perlambatan industri, ADHI mencatat pertumbuhan laba kotor sekitar 10%. Kemudian liabilitas yang sudah turun 18,8% di 2024, kembali turun 8% YoY per kuartal II/2025.
Penurunan liabilitas yang berkelanjutan ini menegaskan komitmen ADHI dalam pemenuhan kewajiban obligasi korporasi ini, serta menguatkan kredibilitas ADHI di mata mitra perbankan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















