PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kini memasuki tahap akhir dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Proyek ini telah menyelesaikan pekerjaan struktur utama yang ditandai dengan pelaksanaan topping off ceremony atau pengecoran struktur paling atas dalam suatu bangunan gedung. Secara keseluruhan, proyek ini ditargetkan selesai dan siap digunakan pada April 2026.
Seremoni tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan manajemen proyek. Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pulau Taliabu turut melakukan pengecoran simbolis pada balok atap gedung RSUD Bobong sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan fasilitas kesehatan strategis di wilayah kepulauan.
“Dalam pembangunannya, WIKA berkomitmen mendukung Asta Cita melalui pembangunan infrastruktur kesehatan yang merata dan berkualitas. RSUD Bobong menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan, sekaligus memperkuat fondasi peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat daerah,” ujar Agung BW, Direktur Utama WIKA.
Sebagai informasi, RSUD Bobong dibangun dengan lingkup pekerjaan meliputi Pembangunan Gedung Utama Rumah Sakit setinggi tiga lantai dan bangunan utilitas satu lantai. RSUD Bobong ini nantinya akan memiliki fasilitas pelayanan kesehatan Masyarakat yang meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), Intensive and Cardiovascular Care Unit (ICVCU), radiologi, cathlab, CT scan, poliklinik, hemodialisa, ruang rawat inap, serta ruang operasi.
Rumah sakit ini dirancang sebagai RS Tipe C dengan total kapasitas 122 tempat tidur, terdiri dari 71 tempat tidur hasil pembangunan WIKA dan 51 tempat tidur eksisting milik Pemerintah Daerah. Dengan kapasitas tersebut, RSUD Bobong diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari penguatan layanan dasar yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam pelaksanaannya, WIKA menghadapi tantangan pembangunan di wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan akses logistik hingga ketergantungan pada kondisi cuaca. Untuk mengatasi hal tersebut, WIKA menerapkan perencanaan material sejak dini, konsolidasi logistik melalui hub terdekat, serta strategi pengiriman yang fleksibel guna menjaga kelancaran proyek.
Dari sisi teknologi, WIKA mengoptimalkan penggunaan beton bertulang berkualitas tinggi yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan korosi pesisir, serta memanfaatkan elemen pracetak untuk menjaga mutu konstruksi dan efisiensi pekerjaan di lapangan.
Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, proyek ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui pelibatan tenaga kerja lokal sebanyak 29 orang dari total 214 pekerja. Kehadiran RSUD Bobong diharapkan mampu mengurangi ketergantungan rujukan medis ke luar daerah, mempercepat penanganan kesehatan masyarakat, serta mendukung tujuan Asta Cita dalam membangun Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Melalui proyek ini, WIKA menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan nasional dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan yang berkelanjutan.
Sumber WIKA, edit koranbumn

















