Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, memaparkan kompleks Haji dibangun melalui pendekatan secara bertahap.
Jalur pertama adalah penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher. Sementara itu, jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.
Sebagai fondasi awal yang telah berjalan, Danantara Indonesia menyampaikan bahwa Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi serta sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan yang berlokasi di koridor strategis sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.
Menurut Pandu, kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan.
“Pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/1/2026).
Kawasan Thakher saat ini mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Secara bertahap, lanjutnya, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10% dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.
Lebih lanjut, Pandu memaparkan bahwa pengembangan kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sejalan dengan akuisisi kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek- proyek strategis di Makkah.
Dalam kerangka tersebut, Danantara Indonesia menempatkan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.
“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” jelas Pandu.
Untuk kawasan Thakher, Danantara Indonesia menyiapkan investasi secara bertahap yang mencakup penguatan aset awal serta belanja modal (capital expenditure/capex) untuk pengembangan kawasan.
Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, mengikuti kesiapan proyek dan perizinan.
“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” imbuh Pandu.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















