PT PLN (Persero) menggratiskan tarif listrik untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatra yang menempati hunian sementara (huntara) selama 6 bulan ke depan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menuturkan, program listrik gratis itu menyasar kawasan hunian yang dibangun BPI Danantara untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Selama 6 bulan listrik di huntara kami gratiskan dan juga pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggung jawabnya PLN,” ucap Darmawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1/2026).
Tak hanya listrik gratis, PLN pun memberi dukungan kelistrikan lain di kawasan huntara di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Adapun, salah satu fasilitas itu yakni penerangan jalan umum (PJU) dan fasilitas umum. Lalu, ada juga paket pasang baru multiguna secara gratis.
“Kami juga menyediakan penerangan jalan umum PJU dan fasilitas umum kemudian paket pasang baru multiguna yang gratis dan token gratis selama 6 bulan,” ujar Darmawan.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian konstruksi 1.606 unit huntara bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara akan rampung sebelum Ramadan 2026/1447H.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur permukiman tersebut guna memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman dalam waktu dekat.
“Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB. Total ada 1.606 unit yang sedang kami bangun,” ujar Dody melalui keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data kementerian, persebaran pembangunan huntara tersebut mencakup wilayah Tapanuli Selatan (Sumatra Utara) sebanyak 431 unit. Sementara itu, sisanya tersebar di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Bener Meriah (480 unit), Aceh Utara (400 unit), Pidie Jaya (211 unit), serta Aceh Tamiang (84 unit).
Dody menambahkan, hingga saat ini, progres fisik di lapangan telah menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu proyek yang baru saja rampung adalah pembangunan 84 unit huntara di Kabupaten Aceh Tamiang.
Hunian tersebut dirancang dengan kapasitas tampung mencapai 336 jiwa atau sekitar 84 kepala keluarga (KK). Kawasan ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung mulai dari toilet komunal, instalasi kelistrikan, hingga jaringan air bersih dan sanitasi.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















