• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 3 Februari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Osaka Steel Hengkang, Krakatau Stel Ungkap Kondisi Pasar Besi Beton Dalam Tekanan Berat

by redaksi
3 Februari 2026
in Berita
0
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyebut, kondisi pasar besi beton atau baja tulangan nasional tengah berada dalam tekanan berat akibat overkapasitas produksi dan masuknya produk impor berharga murah, yang memicu persaingan tidak sehat di dalam negeri.

Corporate Secretary Fedaus mengatakan, penurunan pasar besi beton terjadi karena jumlah produsen yang terus bertambah hingga 60 pabrikan dengan produk serupa di Indonesia. Kondisi ini menciptakan persaingan harga yang sangat ketat.

RelatedPosts

Perkuat Sinergi dan Akselerasi Kinerja, IAS Group Gelar Rapat Pimpinan Tahun 2026

AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra

BTN Expo 2026 : BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

“Produk-produk yang disebut besi beton itu sekarang market-nya sangat drop dan banyak sekali pabrik-pabrikan yang masuk ke Indonesia, ada kurang lebih 60 pabrikan besi beton di Indonesia sehingga persaingannya ketat,” kata Fedaus kepada Bisnis, Kamis (29/1/2026).

Tekanan tersebut diperparah oleh praktik perang harga yang tidak sehat. Dalam kondisi tertentu, terdapat produsen yang menjual produk di bawah standar pasar sehingga menekan perusahaan yang beroperasi sesuai ketentuan kualitas dan regulasi.

Kondisi pasar yang tertekan ini juga menjadi latar belakang berakhirnya kerja sama Krakatau Steel dengan Osaka Steel. Dalam kerja sama perusahaan patungan bernama Krakatau Steel Osaka, Krakatau Steel hanya memiliki kepemilikan saham sekitar 14%, sementara Osaka Steel sebagai pemegang saham mayoritas menguasai 86%.

“Karena kepemilikan kami kecil, dampaknya terhadap kinerja Krakatau Steel tidak signifikan. Namun, dari sisi bisnis, pasar besi beton memang sudah tidak bisa menopang keberlanjutan usaha,” jelasnya.

Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk mempertahankan kerja sama tersebut selama beberapa tahun. Namun, tekanan pasar yang berkepanjangan membuat keberlangsungan usaha menjadi tidak bisa dipertahankan hingga akhirnya pemegang saham mayoritas memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.

Selain overkapasitas, banjir impor turut menjadi faktor yang memperburuk kondisi pasar. Produk besi dari luar negeri masuk dengan harga yang lebih murah, sementara perlindungan terhadap industri domestik dinilai belum optimal.

“Impor pasti berpengaruh. Ketika barang dari luar masuk dengan harga murah dan industri dalam negeri tidak dilindungi, maka yang terjadi adalah tekanan berat bagi produsen lokal,” tuturnya.

Dia menekankan bahwa efisiensi anggaran pemerintah memang berpengaruh terhadap permintaan, terutama dari proyek-proyek infrastruktur. Namun, faktor tersebut bukanlah penyebab utama melemahnya pasar.

“Efisiensi anggaran itu salah satu faktor, tapi bukan faktor mayoritas. Yang lebih penting adalah adanya parameter regulasi untuk melindungi industri dalam negeri,” katanya.

Krakatau Steel mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan trade remedies, seperti anti-dumping dan safeguard, agar industri baja nasional tidak tergerus oleh produk impor murah.

Sebab, tanpa perlindungan yang memadai, industri baja dikhawatirkan akan mengalami nasib serupa dengan industri tekstil yang tertekan akibat serbuan impor.

Selain perlindungan, pengawasan terhadap SNI dan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) juga dinilai krusial. Dengan banyaknya produsen di dalam negeri, kualitas produk yang beredar perlu dipastikan sesuai standar keselamatan dan lingkungan.

“Produksi dari puluhan pabrikan itu perlu dicek, apakah sudah memenuhi SNI, TKDN, dan kualitasnya. Menurut kami, pengawasan ini belum sepenuhnya berjalan optimal di lapangan,” ujarnya.

Akibat lemahnya pengawasan, pasar cenderung bergerak ke arah harga termurah, tanpa mempertimbangkan kualitas produk. Fenomena ini dinilai berisiko bagi keberlanjutan industri dan keselamatan konsumen.

“Yang terjadi, masyarakat membeli yang penting murah. Ini sama seperti yang terjadi di industri tekstil,” katanya.

Krakatau Steel menilai tanpa kebijakan perlindungan yang tegas dan pengawasan kualitas yang konsisten, tekanan di pasar besi beton akan terus berlanjut dan berpotensi menggerus daya saing industri baja nasional dalam jangka panjang.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara Selama Januari 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional

Next Post

Tumbuh 16%, PalmCo Serap 3,25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025

Related Posts

Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Perkuat Sinergi dan Akselerasi Kinerja, IAS Group Gelar Rapat Pimpinan Tahun 2026

3 Februari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Anak Perusahaan

AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra

3 Februari 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

BTN Expo 2026 : BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

3 Februari 2026
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia
Berita

Gedoeng Jasindo di Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Korea, Perkuat Daya Tarik Wisata Bersejarah Jakarta

3 Februari 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
Berita

TIMAH Lepas 45 Unit Coral Garden di 2025, Dukung Ekosistem Laut dan Pariwisata Bahari

3 Februari 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Jasa Marga Percepat Inspeksi dan Perbaikan Perkerasan di Jalan Tol, Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna

3 Februari 2026
Next Post
Dirut Siwi Peni Serahkan SK Mutasi/ Promosi kepada PJP

Tumbuh 16%, PalmCo Serap 3,25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Mewajibkan Pengadaan Kapal oleh BUMN Pelayaran Melalui PAL Indonesia

4 hari ago
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa

Izinnya Dicabut Akibat Bencana, Konsesi 28 perusahaan di Aceh dan Sumatra ke BUMN

2 hari ago
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Kolaborasi dengan Kementerian ESDM dan SERUNI KMP Buka Akses Air Bersih bagi Masyarakat Kampung Tambat Merauke

4 hari ago
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Perkuat Sinergi dan Akselerasi Kinerja, IAS Group Gelar Rapat Pimpinan Tahun 2026

by redaksi
3 Februari 2026
0

InJourney Aviation Services (IAS) selaku sub-holding dari InJourney, menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) IAS Group Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk...

Read more
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra

3 Februari 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Expo 2026 : BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

3 Februari 2026
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Gedoeng Jasindo di Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Korea, Perkuat Daya Tarik Wisata Bersejarah Jakarta

3 Februari 2026
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB

TIMAH Lepas 45 Unit Coral Garden di 2025, Dukung Ekosistem Laut dan Pariwisata Bahari

3 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In