PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan telah merealisasikan anggaran sebesar Rp90 triliun guna mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pada Oktober 2025, perseroan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp200 triliun dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk program Kopdes Merah Putih.
“Hingga saat ini, mungkin kami sudah menghabiskan sekitar Rp90 triliun untuk sarana dan prasarana, termasuk kendaraan dan pembangunan fisik gerai-gerai Kopdes Merah Putih,” ujar Joao di Jakarta, dikutip Rabu (25/2/2026).
Terkait pengadaan kendaraan, Agrinas Pangan telah mengimpor 105.000 unit pikap utuh (completely built up/CBU) dari India untuk kendaraan operasional Kopdes.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
Adapun, Agrinas Pangan mendapatkan harga 50% lebih murah dari India, dibandingkan model-model yang ada di pasar domestik saat ini.
Skema itu didapatkan melalui perjanjian dagang multilateral Asean–India Free Trade Area (AIFTA). Total anggaran pembelian kendaraan dari India mencapai sekitar Rp24,66 triliun.
Joao pun mengakui bahwa perseroan menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun dari kebijakan impor 105.000 unit pikap utuh (CBU) asal India.
Menurutnya, pengadaan kendaraan niaga bersifat mendesak, lantaran perseroan tengah mengakselerasi pembangunan gerai koperasi pada tahun ini. Agrinas Pangan pun optimistis mampu menyelesaikan pembangunan sebanyak 80.000 gerai Kopdes Merah Putih sebelum akhir 2026.
“Saat ini, kami telah membangun sekitar 30.712 gerai. Bangunan yang sudah berdiri sebanyak 1.357 gerai dan segera dioperasikan. Oleh karena itu, suplai kendaraan menjadi mendesak,” pungkasnya.
Skema Kredit Pikap India
Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengadaan pikap untuk Kopdes Merah Putih dilakukan dengan pinjaman dari himpunan bank milik negara (Himbara). Nantinya, pembayaran pinjaman akan diganti melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menjelaskan, skema pembiayaan impor pikap oleh Agrinas itu akan melalui pinjaman dari himpunan bank milik negara. Pembayaran pinjaman ke Himbara untuk pikap itu akan menjadi bagian dari cicilan pemerintah ke bank pelat merah setiap tahunnya khusus untuk pembangunan Kopdes. Nilainya mencapai sekitar Rp40 triliun
“Jadi Koperasi Merah Putih meminjam uang dari Bank Himbara. Kewajiban saya Kementerian Keuangan adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp40 triliun selama enam tahun ke depan,” tuturnya di konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (23/2/2026).
Meski memberi jaminan, Purbaya mengklaim tidak ada risiko yang timbul terhadap keuangan negara. Sebab, setiap tahunnya pembiayaan berkaitan dengan Kopdes Merah Putih sudah dianggarkan dalam Dana Desa.
“Tidak ada tambahan risiko fiskal, karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi setiap tahun pun memang kami belanja segitu, cuma sekarang cara belanjanya berubah,” terangnya
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















