Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana menyampaikan hingga kini pihaknya terus melakukan pemantauan secara insentif terhadap perkembangan situasi global, termasuk dinamika konflik di Timur Tengah.
“Perusahaan secara prinsip telah menyiapkan mekanisme manajemen risiko yang memadai guna mengantisipasi potensi peningkatan klaim, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ucapnya, Rabu (4/3/2026).
Walau demikian, Brellian menjelaskan secara umum produk asuransi perjalanan memberikan perlindungan atas risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, cacat tetap akibat kecelakaan, serta biaya perawatan dan pengobatan darurat selama perjalanan.
“Adapun risiko yang timbul akibat perang atau konflik bersenjata pada umumnya termasuk dalam pengecualian polis, sehingga tidak dijamin dalam pertanggungan asuransi perjalanan standar,” jelasnya.
Kendati demikian, dia menekankan bahwa ketentuan lebih lanjut tentunya mengacu pada masing-masing klausul polis yang berlaku.
Di lain sisi, Brellian menyampaikan pertumbuhan premi dan klaim produk asuransi perjalanan secara umum tetap menunjukkan kinerja yang selaras dengan perkembangan industri.
“Portofolio ritel ini dikelola secara prudent dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, kualitas underwriting, serta keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jumlah pendapatan premi Jasindo per Januari 2026 tumbuh 4,37% (year on year/YoY) menjadi Rp297,55 miliar dari Rp285,07 miliar.
Sementara itu, jumlah beban klaim neto perusahaan mencapai Rp165,22 miliar, naik 60,36% YoY. Adapun, laba setelah pajak meningkat 23,29% YoY menjadi Rp16,99 miliar.
Sumber Bisnis, edit koranbumn













