Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Di mana, dalam pertemuan tersebut pemerintah memetakan aset-aset strategis BUMN yang dapat dikonversi menjadi hunian vertikal bagi masyarakat.
“Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, BP BUMN mendorong optimalisasi aset negara agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan di kawasan perkotaan,” tulis BP BUMN dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (31/3/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Presiden untuk memastikan penyediaan hunian yang layak, aman, dan terjangkau. Pemanfaatan lahan BUMN dinilai menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan padat penduduk.
Selain aspek penyediaan lahan, koordinasi ini juga melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk menyusun skema pembangunan yang berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif dalam pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik.
Adapun sebagai tahap awal, BP BUMN akan mengoptimalisasi lahan seluas 1,61 hektare milik PT Angkasa Pura Indonesia untuk pembangunan rusun relokasi warga di bantaran rel kereta api wilayah Senen, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan berbeda, Dony juga sempat menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki BUMN untuk pembangunan hunian serupa di berbagai kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Tangerang, Bogor, Medan, Makassar, dan Denpasar.
“Kami sedang memetakan aset BUMN di beberapa kota besar untuk dibangun dengan skema yang sama. Ini bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujar Dony.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan akan segera membangun hunian layak bagi masyarakat yang masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bakal direalisasikan lewat program 3 juta rumah.
Orang nomor satu di Indonesia itu sempat melakukan kunjungan ke area padat permukiman di bantaran rel kereta api Kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (26/3/2026).
“Saya menyusuri permukiman di bantaran rel kereta api di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Terletak sekitar 3 kilometer dari Pusat Kota Jakarta,” kata Prabowo.
Prabowo memastikan akan mulai mempercepat pengembangan hunian layak khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dia mengaku bertekad untuk dapat menghadirkan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Insyallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk Masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















