Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 dengan tema Evaluasi Kinerja BUMN Logistik dan Rencana Pembentukan Holding Logistik dilaksanakan di Stasiun KCIC Tegalluar Summarecon, sebagai bagian dari pengawasan transformasi sektor logistik nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, termasuk Gde Sumarjaya Linggih. Hadir pula Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph, beserta jajaran direksi, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sinergi BUMN logistik dan transportasi.
Dalam agenda tersebut, Pos Indonesia memaparkan kinerja perusahaan sekaligus strategi pengembangan ke depan, terutama dalam mendorong integrasi sistem logistik yang lebih terpusat dan terkoordinasi. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pembentukan holding logistik BUMN.
Penguatan sistem logistik yang terintegrasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kecepatan distribusi, memperjelas alur koordinasi, serta mendorong peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Dengan jaringan yang luas dan dukungan transformasi digital, Pos Indonesia terus mengoptimalkan perannya dalam memperkuat konektivitas nasional.
Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengatakan:
“Kami terus mendorong terwujudnya sistem logistik yang terintegrasi dan terpusat, sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih efektif dan saling terhubung. Ini menjadi bagian dari kesiapan Pos Indonesia dalam mendukung pembentukan holding logistik, sekaligus memastikan layanan distribusi yang lebih cepat dan andal bagi masyarakat.”
Melalui kolaborasi dan sinergi antar-BUMN, termasuk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pos Indonesia optimistis dapat memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.














