Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan realisasi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 26,8% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), sekaligus menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.
“Pendapatan dari segmen jalan tol mencapai Rp17,33 triliun atau setara 68,9% dari total pendapatan eksternal perseroan yang sebesar Rp25,13 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, Koentjoro, menjelaskan lonjakan pendapatan ini dipacu oleh operasionalisasi sejumlah ruas baru di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Salah satunya adalah ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 4 yang menambah portofolio aset produktif perseroan. Ruas tersebut mulai beroperasi secara komersial pada September 2025.
Alhasil, kinerja positif di bisnis jalan tol tersebut berhasil mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp3,09 triliun pada 2025 atau tumbuh 11,6% secara tahunan. Performa ini diiringi dengan penurunan total liabilitas sebesar 17,4% dari Rp 58,04 triliun menjadi Rp 47,92 triliun.
“Pertumbuhan yang kami catatkan selalu berbasis ekspansi dengan mitigasi risiko. Ini adalah pertumbuhan yang dijaga kualitasnya,” tambahnya.
Koentjoro menggarisbawahi pertumbuhan laba tersebut diraih di tengah konsolidasi pendapatan usaha. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bahwa efisiensi operasional dan disiplin pengelolaan beban keuangan telah benar-benar bekerja.
Pada saat yang sama, laba usaha tercatat tembus Rp2,74 triliun, naik 10,2% secara tahunan. Beban keuangan ditekan dari Rp1,64 triliun menjadi Rp1,24 triliun, atau efisiensi sebesar 24,5% dalam satu tahun.
“Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














