Emiten kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan nilai kontrak baru senilai Rp4,72 triliun hingga akhir kuartal I/2026.
Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta menjelaskan perseroan mampu menjaga kinerja positif di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat daya saing dalam menangkap peluang proyek-proyek strategis di tengah dinamika sektor konstruksi nasional.
“Adhi Karya berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas operasional, efisiensi, serta tata kelola perusahaan yang baik. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional,” kata Rozi lewat keterbukaan informasi, dikutip Selasa (21/4/2026).
Adapun, perolehan nilai kontrak baru ADHI senilai Rp4,72 triliun per 31 Maret 2026. Realisasi itu tumbuh 131,5% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan sumber pendanaannya, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 76%, selanjutnya proyek BUMN sebesar 22%, dan proyek swasta sebesar 2%.
Sedangkan berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Engineering and Construction sebesar 95%, disusul kontribusi dari lini bisnis Properti, Manufaktur, serta Investasi & Konsesi.
Sementara itu, dari total kontrak baru yang diperoleh sebesar Rp4 triliun berasal dari proyek non-joint operation (non-JO), sedangkan Rp183 miliar berasal dari proyek joint operation (JO).
Dengan perolehan kontrak baru pada kuartal I/2026 ini menunjukkan kemampuan ADHI dalam menjaga keseimbangan portofolio proyek sekaligus memperluas kolaborasi strategis melalui skema kerja sama.
Adapun, sejumlah proyek strategis yang diraih ADHI hingga Maret 2026 a.l. Penanganan Tanggap Darurat di Aceh dan Sumatera Utara, CWC-4I Cimanuk River and Dyke Improvement in Indramayu (Package 2), Pembangunan/Renovasi RSUD Kabupaten Muna Barat, Tol Sigli – Seulimeum Seksi 1 Padang Tiji, dan Pembangunan On/Off Ramp Pattimura pada Jalan Tol Semarang-Solo.
“Raihan proyek-proyek tersebut semakin memperkuat posisi Adhi Karya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki kompetensi pada berbagai sektor pembangunan,” pungkas Rozi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















