Kemudian diikuti curah cair dengan kontribusi sebesar 25%, general cargo sebesar 24%, dan bag cargo sebesar 5%.
“Komposisi ini menunjukkan bahwa segmen curah kering tetap menjadi layanan utama dengan kontribusi signifikan dari pertumbuhan curah cair,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2025).
Secara terperinci, realisasi curah cair tercatat sebesar 3,09 juta ton atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,67 juta ton. Capaian ini juga melebihi target RKAP kuartal I/2026 sebesar 2,52 juta ton.
Sementara itu, curah kering sebagai backbone operasional mencatat realisasi sebesar 5,76 juta ton. Volume ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan sejalan dengan target yang ditetapkan perusahaan.
Untuk segmen lainnya, general cargo terealisasi sebanyak 2,92 juta ton atau penyesuaian sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun bag cargo tercatat sebesar 656.000 ton turun tipis 3,3% secara tahunan.
Meskipun demikian, kedua segmen tersebut masih berada dalam koridor kinerja yang terkendali.
Indra menyampaikan bahwa capaian kinerja pada awal tahun ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi dinamika arus logistik.
“Kinerja kuartal I/2026 menunjukkan bahwa operasional PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal dengan dukungan peningkatan pada segmen curah cair,” tambahnya.
Secara operasional, kontribusi terbesar pada segmen curah cair berasal dari beberapa cabang utama seperti Teluk Bayur, Pontianak, dan Jambi yang mencatatkan volume signifikan.
Sementara pada segmen curah kering, Cabang Tanjung Priok, Panjang, dan Pontianak menjadi penopang utama throughput perusahaan.
Sejalan dengan tren tersebut, peningkatan pada segmen curah cair juga mencerminkan menguatnya aktivitas distribusi komoditas strategis nasional, termasuk energi dan bahan baku industri.
Hal ini menunjukkan peran pelabuhan nonpetikemas yang semakin krusial dalam menjaga kelancaran rantai pasok domestik, khususnya dalam mendukung kebutuhan sektor industri dan manufaktur di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, stabilnya kinerja curah kering serta terjaganya volume general dan bag cargo mengindikasikan bahwa aktivitas logistik nasional masih bergerak dalam koridor yang resilien.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















