PT Nusantara Regas (NR) bekerja sama dengan Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggelar Exercise International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code Terminal Khusus Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu pada 29–30 April 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan implementasi standar keamanan internasional sekaligus menjaga keandalan operasional salah satu fasilitas energi strategis nasional.
FSRU Nusantara Regas yang telah beroperasi sejak 2012 merupakan objek vital nasional yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan energi, dengan kemampuan memasok gas hingga maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk tiga pembangkit listrik PLN, yaitu UP Muara Karang, UP Tanjung Priok, dan UP Muara Tawar. Ketiga pembangkit ini menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Exercise ISPS Code dilaksanakan selama dua hari, dimulai dengan sesi upskilling dan sosialisasi, dilanjutkan dengan simulasi Table Top Exercise. Rangkaian simulasi mencakup uji coba Port Facility Security Plan (PFSP), prosedur komunikasi, skenario pengoperasian drone di area terbatas, penanganan ancaman keamanan, simulasi kebakaran, hingga respons terhadap perubahan tingkat keamanan (security level).
Simulasi dilakukan melalui skenario kapal yang membawa orang tidak dikenal (OTK) memasuki area terminal dan menerbangkan drone di atas fasilitas FSRU. Dalam skenario tersebut, tim patroli melakukan respons cepat yang kemudian ditingkatkan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kepulauan Seribu, Satrol Lantamal III Jakarta, Polres Kepulauan Seribu, serta unsur terkait lainnya.
Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas, Mahfud Fauzi, menyampaikan bahwa penguatan sistem keamanan menjadi semakin krusial di tengah dinamika sektor energi saat ini.
“Di tengah dinamika industri energi saat ini, keamanan objek vital nasional seperti FSRU Nusantara Regas Satu menjadi sangat penting untuk menjaga suplai energi bagi Jakarta dan Jawa bagian barat. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi perlu terus diperkuat. Melalui pelaksanaan Table Top Exercise ini, kami menegaskan komitmen dalam memastikan kepatuhan terhadap ISPS Code sekaligus menjaga ketahanan energi nasional, khususnya dalam menjamin keandalan pasokan gas untuk pembangkit listrik,” ujar Mahfud.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kepulauan Seribu, Benny Berkiah Pandelaki, menyoroti pentingnya kesiapan komunikasi dalam situasi darurat.
“Dalam kondisi darurat, alur komunikasi menjadi hal yang sangat fundamental karena menentukan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan. Namun, pada praktiknya komunikasi seringkali menjadi tantangan, baik dari sisi koordinasi antarinstansi maupun penyampaian informasi di lapangan. Pelatihan ini menjadi wadah untuk menyepakati unsur-unsur komunikasi yang digunakan bersama, sehingga dapat meminimalkan potensi misunderstanding di lapangan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap berbagai ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) yang berpotensi terjadi dalam operasional,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memastikan sistem keamanan yang adaptif terhadap perkembangan ancaman di sektor energi dan maritim. ISPS Code sendiri merupakan standar internasional yang mengatur sistem keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, serta menjadi persyaratan utama dalam mendukung aktivitas pelayaran internasional.
Melalui pelaksanaan exercise ini, Nusantara Regas tidak hanya memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, tetapi juga memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan keselamatan fasilitas energi strategis nasional.















