• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 14 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Rupiah Melemah, PLN Rugi Rp 5,3 Triliun pada Semester Satu

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

PT. PLN (Persero) pada laporan keuangan yang telah diaudit menunjukan posisi keuangan kurang baik. PLN tercatat merugi hingga Rp 5,3 triliun. Kerugian ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kenaikan kurs dan kenaikan harga bahan pokok produksi.
Direktur Bisnis Regional, Amir Rosyidin menjelaskan semester satu ini memang PLN mengalami kerugian yang cukup besar. Kenaikan kurs menjadi faktor utama kerugian PLN ini.
Dalam APBN tercatat kurs yang dipakai sebesar Rp 13.400 per dolar AS.  Padahal, kondisi saat ini rupiah mencapai di atas Rp 14 ribu per dolar AS. Hal ini menyebabkan rugi selisih kurs sebesar Rp 11 triliun.
Padahal, menurut laporan keuangan, pada 2017 kemarin, selisih kurs PLN hanya Rp 222 miliar. “Dengan adanya selisih kurs membuat kita di bottom line memang rugi,” ujar Amir di DPR RI, Rabu (29/8).
Selain kenaikan kurs, dalam laporan keuangan PLN tercatat, bahwa kerugian PLN juga disebabkan naiknya beban bahan pokok produksi. Jika pada semester satu tahun lalu beban pokok produksi PLN mencapai Rp 130,25 triliun, pada semester tahun ini beban pokok produksi PLN naik menjadi Rp 142,42 triliun.
Kenaikan beban produksi ini terlihat dari tiga komponen bahan utama, yaitu batubara, solar dan gas. Untuk ongkos bahan pokok PLTU yang semula Rp 17 triliun di tahun 2017 naik menjadi Rp 22 triliun.
Sementara untuk ongkos bahan pokok PLTD yang semula Rp 9 triliun di 2017 naik menjadi Rp 11 triliun pada tahun ini. Sedangkan gas, yang semula beban pokok produksi sebesar Rp 23 triliun naik menjadi Rp 26 triliun.
Direktur Pengadaan Korporat PLN, Syofvie Rukman menjelaskan, kenaikan bahan pokok produksi ini tak lain karena penguatan dolar. Selama ini PLN melakukan transaksi jual beli bahan ini menggunakan acuan dolar.
“Iya dong pasti. ICP naik, gas naik gak? naik. Batubara juga kan baru setelah tanggal 12 Maret. Tapi kan di depan kan pakai kondisi kemarin. Persoalan kurs ini memang bikin PLN harus tarik nafas,” ujar Syofvie saat ditemui di komplek DPR, Rabu (29/8).
Di satu sisi, kata Syofvie pertumbuhan konsumsi PLN hingga Juli ini masih diangka 5,1 persen. Hal ini juga menjadi pengaruh atas konsumsi listrik. Meski begitu, pada semester awal 2018 ini, PLN mencatatkan pendapatan yang naik dari Rp 122 Triliun menjadi Rp 131 triliun. “Kami berharap di empat bulan sisa ini, kita bisa meningkatkan pendapatan,” ujar Syofvie.
Disatu sisi, Syofvie juga menjelaskan langkah agar kerugian tidak semakin membengkak di akhir tahun. PLN tetap akan melakukan efisiensi yang ditargetkan bisa mencapai Rp 5 triliun. “Langkahnya banyak, kita paling tidak bisa mengurangi losess. Itu satu persen losess saja bisa sampai Rp 3 triliun loh. Di satu sisi, kita juga melakukan penghematan pengadaan dan efisiensi pasokan,” ujar Syofvie.
Efisiensi pasokan yang disebutkan Syofvie adalah memaksimalkan zonasi batubara. Syofvie menjelaskan, jika zonasi batubara ini akan lebih dimaksimalkan dengan memotong arus pengiriman dari sumber ke konsumen bahan baku.  “Jadi kita lebih memaksimalkan lagi zonasi,” ujar Syofvie.
Sumber Situs Web Republika.co.id

Previous Post

Seleksi Umum : Pengadaan Jasa Konsultansi Penyelarasan Rencana Strategis Jangka Panjang Holding Perkebunan Nusantara

Next Post

PGN Salurkan Hewan Qurban dan Sedekah Senilai Rp 1,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Lombok

Related Posts

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah
Berita

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

14 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

14 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

14 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Inisiasi Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

14 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya

14 April 2026
Menteri Erick Thohir Pastikan Ketersediaan Masker di Seluruh Apotek Kimia Farma
Berita

Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan untuk Mendorong Daya Saing Global Industri Farmasi Nasional

14 April 2026
Next Post

PGN Salurkan Hewan Qurban dan Sedekah Senilai Rp 1,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Lombok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

Penataan Kawasan Bantaran Rel dan Penyediaan Hunian Layak Terus Dipercepat

6 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Tengah Mengkaji Masuk ke Industri Tekstil Melalui Pembentukan BUMN Khusus

5 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Libur Paskah 2026: Trafik JTTS Naik, Hutama Karya Perkuat Operasional & Kejar Proyek Lingkar Pekanbaru

2 hari ago
Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita Apresiasi Protokol Kesehatan Pabrik Kahoindah di Kawasan KBN

Tiba-Tiba Donor: Aksi Kemanusiaan RS Umum Pekerja Bersama PMI Jakarta Utara

3 hari ago
Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah
Berita

Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia, Ini Cara Menikmatinya dengan Gaya ‘Luxury Getaway’ di Meruorah

by redaksi
14 April 2026
0

Tren perjalanan dunia kini beralih ke destinasi yang menawarkan keaslian alam dan pengalaman yang mendalam. Berdasarkan laporan terbaru dari Time...

Read more
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak dan Ekonomi Rakyat di Manado

14 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Dukung Pemanfaatan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, Penerima Manfaat Pensiun Bisa Akses Bukti Potong melalui TOOS

14 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Inisiasi Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

14 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

PGE-PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit 15 MW Siap Melangkah ke Tahap Berikutnya

14 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In