• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 23 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Antisipasi Dampak Corona, Bank Mandiri Belum Berencana Tambah Pencadangan

by redaksi
6 Maret 2020
in Berita
0
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih akan terus mewaspadai dampak virus corona terhadap kemampuan membayar debitur yang bisa berdampak terhadap pemburukan kualitas kredit ke depan. Bank ini akan memperkuat antisipasi dengan melakukan restrukturisasi terhadap debitur di sektor yang terdampak langsung yang yang berkaitan dengan pariwisata.

Bank ini memandang ada potensi kenaikan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) jika wabah corona masih terus berlanjut. Sementara sepanjang dua bulan pertama tahun ini, virus tersebut belum berdampak terhadap NPL perseroan.

RelatedPosts

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

Meski ada potensi meningkatnya resiko kredit, Bank Mandiri tidak berencana untuk menambah pencadangan tahun ini sebagai antisipasi akibat wabah itu. Sebab menurut Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, dampak corona yang bersifat sementara. Sedangkan peningkatan pencadangan dilakukan bank jika memang ada potensi kerugian secara permanen.

“Tahun ini kami menaikkan pencadangan untuk mengantisipasi PSAK71. Coverage CKPN kita sekarang sudah 262%, sudah lebih dari cukup. Tidak ada kebutuhan meningkatkan pencadangan,” jelas Siddik di Jakarta, Kamis (5/3).

Dia menambahkan, sejauh ini belum ada debitur Bank Mandiri yang datang meminta restrukturisasi kredit sebagai dampak dari virus corona. Namun, pihaknya akan memperkuat monitoring terhadap bisnis debitur terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Jika ada yang mengalami kesulitan cashflow, perseroan akan langsung melakukan restrukturisasi sebelum berkembang menjadi kredit macet.

Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, dengan kondisi yang ada saat ini, bank tidak bisa berdiam diri meskipun belum terjadi kredit macet. Debitur perhotelan yang sudah mengalami penurunan okupansi dan bisnis restoran yang omsetnya sudah menurun akan langsung direstrukturisasi meski belum sampai mengalami kredit macet.

“Sejauh ini memang belum ada yang mendorong kenaikan kredit macet. Tapi action sudah harus diambil. Walau belum ada kredit macet, kita sudah antisipasi,” katanya.

Adapun porsi kredit yang berkaitan dengan sektor pariwisata di Bank Mandiri masih kecil, hanya di bawah 30% dari total kredit perseroan. Sebelumnya, Royke sempat menyebut dampak virus corona bisa berpotensi menaikkan NPL 0,2%-0,3%.

Namun, perkiraan itu menurutnya jika kondisi wabah corona tersebut berlangsung berkepanjangan dan pasokan bahan baku dari China benar-benar terganggu.

Untuk sementara waktu, Bank Mandiri masih akan terus mencermati perkembangan ke depan. Oleh karena itu, perseroan belum akan merevisi target kredit 8%-10% dan NPL 2,1%-2,3%. Rencana bisnis bank (RBB) baru akan di-review kembali pada Juni 2020 mendatang.

Royke optimis dampak negatif dari virus corona bisa dihadapi sejalan dengan dengan langkah cepat regulator dan pemerintah yang telah mengeluarkan stimulus. Kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) akan mendorong likuiditas bank, sedangkan kebijakan OJK akan menekan potensi kredit bermasalah.

“Saya lebih optimis karena antisipasi pemerintah dan regulator sudah lebih dulu. Kalau bank yang ditakutkan sebenarnya kredit macet dan likuiditas ketat. Tapi itu sudah dijawab duluan sama BI dan OJK,” tandas Royke.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Previous Post

Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Next Post

Sinergitas Pelindo III dan Pemda Prov Jatim Terkait Pembangunan Infrastruktur

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

23 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

23 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
Berita

Komitmen MIND ID Menerapkan Prinsip Keberlanjutan di Seluruh Wilayah Operasional Tambang

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

BP BUMN Bersama Danantara Bakal Mengawal Ketat Trasformasi Telkom Indonesia

23 April 2026
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Transformasi Berkelanjutan Jadi Kunci, Pos Indonesia Perkuat Human Capital melalui Sharing Session

23 April 2026
Next Post
Anak Usaha Pelindo III Sediakan Tenaga Pengamanan Pelabuhan TNU

Sinergitas Pelindo III dan Pemda Prov Jatim Terkait Pembangunan Infrastruktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

SIER Rayakan Hari Jadi yang Ke 46

SIER dan FCM Crushing Equipment Indonesia Melakukan Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri

1 hari ago
Proyek Infrastruktur Masih Menarik, SMI Terima Pinjaman Rp10,26 Triliun dari Lima Bank Global

SMI Mencatat Komitmen Pembiayaan Infrastruktur Mencapai Rp275 Triliun dalam Kurun Waktu 17 tahun Beroperasi

8 jam ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Memasuki 65 Tahun, Hutama Karya Buktikan Kualitas Pertumbuhan : Laba Tumbuh, Neraca Makin Sehat

5 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Menguji Selera Investor Global Melalui Penerbitan Obligasi Additional Tier 1 dalam Denominasi dolar AS

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 atas Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025

by redaksi
23 April 2026
0

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menorehkan pencapaian internasional dengan meraih Silver Stevie Winner pada ajang Asia Pacific...

Read more
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Peringati Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026

23 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat

Komitmen MIND ID Menerapkan Prinsip Keberlanjutan di Seluruh Wilayah Operasional Tambang

23 April 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

BP BUMN Bersama Danantara Bakal Mengawal Ketat Trasformasi Telkom Indonesia

23 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In