• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 2 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Ketua Komisi VII DPR Sarankan PLN dan Pengusaha Listrik Swasta Perlu Renegosiasi Kontrak

by redaksi
4 April 2020
in Berita
0
Pembangunan Proyek Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Negara Direncanakan Mulai Akhir 2020
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT PLN (Persero) bersama Independet Power Producer (IPP) diminta melakukan renegosiasi kontrak dengan pengusaha listrik swasta akibat rendahnya pertumbuhan konsumsi listrik di tengah Virus Corona (Covid-19).

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan saat ini pembangkit yang ada menghasilkan energi listrik sekitar 56 GigaWatt (GW).

RelatedPosts

Sebanyak 3,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+9 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026, Dirut Jasa Marga Sampaikan Volume Lalin Meningkat 36,3% Pada H+9 Lebaran

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Pendapatan sebesar Rp10,73 triliun Sepanjang 2025

BP BUMN Sepakat Mengonversi Lahan Milik BUMN Sebagai Lokasi Rusun Terjangkau

“Dalam rumus umum pertumbuhan kebutuhan energi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah 1 persen pertumbuhan ekonomi dibutuhkan 1,2 persen pertumbuhan energi listrik,” ujarnya

Dalam APBN 2020, ditargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen artinya dibutuhkan pertumbuhan energi listrik sebesar 7 persen.

Dengan kondisi saat ini terjadi pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan target. Hal ini tentu berdampak semakin banyak energi listrik yang tidak terserap.

“Sebagai informasi saja, bahwa kondisi saat ini terjadi over suplai sekitar 40 persen energi listrik,” ucapnya.

Dia menilai kontrak yang menggunakan sistem TOP (take or pay) tentu menjadi semakin berat dengan kondisi yang ada saat ini sehingga memang perlu adanya relaksasi dan pembicaraan ulang terhadap kontrak-kontrak yang ada.

“Yang patut dicermati adalah kondisi darurat adanya kejadian penyebaran virus korona Covid-19 ini apakah termasuk sebagaimana force majeure yang tercantum dalam kontrak pada saat penandatanganan PPA (Power Purchase Agreement) atau kah tidak? Itulah yang menjadi tantangannya,” tutur Sugeng.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengusulkan agar ada kebijakan untuk renegosiasi kontrak PLN dengan IPP thermal yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk menurunkan Capacity Factor ke level minimal 60 persen dari 85 persen karena ada kondisi force majeure.

“Ini diperlukan untuk menjaga agar keuangan PLN agar tetap sehat,” ujarnya.

Dia memproyeksikan pertumbuhan konsumsi listrik diperkirakan berkisar 1,8 persen hingga 2 persen di sepanjang tahun ini. SAat ini terjadi penurunaan permintaan atau konsumsi listrik di tengah pandemi Covid-19 sebesar 3 GW hingga 4 GW.

“Kalau dengan pertumbuhan ekonomi yg diprediksi maksimal 2,3 persen maka pertumbuhan listrik mungkin hanya 1,8 persen hingga 2 persen saja tahun ini,” kata Fabby.

Hal ini juga membuat tingkat kapasitas pembangkit mengalami penurunan sebab tidak dibarengi dengan penyerapan daya listrik baru sehingga membuktikan memang akan terjadi oversupply di sistem Jawa dan Sumatra.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana tak menampik pertumbuhan konsumsi listrik yang rendah di tahun ini akibat Covid-19. Kendati demikian, pihaknya belum menghitung secara detail seberapa besar koreksi target pertumbuhan konsumsi listrik di tahun ini.

Untuk diketahui, target pertumbuhan konsumsi listrik di tahun ini sebesar 4,55 persen di tahun ini. Realisasi konsumsi listrik sepanjang tahun lalu hanya bertumbuh sebesar 4,57 persen.

Konsumsi listrik yang rendah akibat pandemi Covid-19 ini tentu akan berdampak pada PLN yang mengalami oversupply listrik. Perusahaan listrik pelat merah ini harus membayar denda take or pay. Adapun take or pay mewajibkan PLN menyerap listrik dari perusahaan produsen listrik swasta atau IPP dalam jumlah minimal sekian persen dari kapasitas total pembangkit.

“Kami melakukan antisipasi kemungkinan oversupply dampak dari pandemi ini. Dimungkinkan untuk renegosiasi kontrak kerja sama beli listrik antara PLN dan IPP, itu yang masih dikaji,” tutur Rida.

Sementara itu, Kalangan produsen listrik swasta akan mengkaji opsi terbaik kontrak jangka panjang pembelian listrik di tengah situasi pandemi Virus Corona atau Covid 19.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Arthur Simatupang mengatakan terjadinya wabah Covid-19 ini tentu membuat semua prihatin.

Para perusahaan pembangkit listrik swasta yang tergabung APLSI mendukung penuh semua langkah penanganan dari Pemerintah dan siap bekerjasama membantu pencegahan meluasnya wabah covid ini.

Saat ini, APLSI belum memiliki data mengenai dampak langsung wabah ke konsumsi listrik.

“Kami menghormati semua komitmen kami yang disepakati di dalam perjanjian PPA,” ucapnya.

Pihaknya optimistis setelah Indonesia dapat menangangi wabah ini, maka kegiatan ekonomi akan kembali mengalami pertumbuhan sehingga pertumbuhan permintaan konsumsi listrik ke depan secara jangka panjang perlu diantisipasi.

Arthur menuturkan pihaknya akan terus mengkaji opsi-opsi terbaik dengan mempertimbangkan situasi ekonomi dan tetap mempertahankan keberlangsungan iklim investasi di Indonesia yang kuat secara jangka panjang dengan adanya prinsip kepastian kesepakatan di awal.

“Ini mengingat bahwa kontrak-kontrak jangka panjang ini melibatkan penyediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah besar, investasi miliaran dolar, dan juga adanya komitmen para investor dan lembaga perbankan baik dari dalam negeri maupun internasional,” terangnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

KAI Perpanjang Refund 100 Persen Pembatalan Tiket Sampai 4 Juni

Next Post

Kementerian BUMN Berupaya Negosiasi Terkait Potensi Pengurangan Anggaran PMN Imbas Pandemi Covid-19

Related Posts

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Sebanyak 3,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+9 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026, Dirut Jasa Marga Sampaikan Volume Lalin Meningkat 36,3% Pada H+9 Lebaran

1 April 2026
Jaga Tingkat Pendapatan, Solusi Bangun Indonesia Incar Pasar Ekspor Baru
Anak Perusahaan

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Pendapatan sebesar Rp10,73 triliun Sepanjang 2025

1 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera
Berita

BP BUMN Sepakat Mengonversi Lahan Milik BUMN Sebagai Lokasi Rusun Terjangkau

1 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

1 April 2026
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics
Berita

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Membukukan Laba Bersih senilai Rp3,41 triliun per Februari 2026

1 April 2026
Next Post
Kementerian BUMN Matangkan Pembentukan Holding BUMN Manufaktur

Kementerian BUMN Berupaya Negosiasi Terkait Potensi Pengurangan Anggaran PMN Imbas Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG dan ID FOOD Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

4 hari ago
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

2 hari ago
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, Resmi Mengundurkan Diri

Agrinas Pangan Nusantara Ungkap Total Pengadaan Impor Kendaraan Operasional Mencapai 160.000 unit

17 jam ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Kemenhub Melaporkan Jumlah Pergerakaan Pemudik Periode Lebaran 2026 Mencapai 147,55 Juta Orang

1 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Sebanyak 3,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+9 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026, Dirut Jasa Marga Sampaikan Volume Lalin Meningkat 36,3% Pada H+9 Lebaran

by redaksi
1 April 2026
0

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek...

Read more
Jaga Tingkat Pendapatan, Solusi Bangun Indonesia Incar Pasar Ekspor Baru

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Pendapatan sebesar Rp10,73 triliun Sepanjang 2025

1 April 2026
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

BP BUMN Sepakat Mengonversi Lahan Milik BUMN Sebagai Lokasi Rusun Terjangkau

1 April 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Kuasai 72% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Posisi BTN dan BSN Tak Tergoyahkan

1 April 2026
Distribusikan Produk, GARAM Gandeng BGR Logistics

GARAM Mempercepat Produksi Garam Mengejar Target Swasembada pada 2027

1 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In