• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Pertimbangan Pemerintah Berikan Anggaran Senilai Rp125,19 triliun untuk 12 BUMN

by redaksi
27 Mei 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Pembangunan Proyek Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Negara Direncanakan Mulai Akhir 2020
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah berencana menggelontorkan dana Rp125,19 triliun untuk menopang kinerja sejumlah BUMN yang menjadi pesakitan akibat dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, dukungan tambahan untuk BUMN tersebut akan diberikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana ini akan diberikan lewat beberapa skema kepada 12 BUMN, sesuai dengan kondisi masing-masing.

RelatedPosts

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

Dalam data terbaru tersebut, dana untuk BUMN lewat program PEN mengalami kenaikan dari rencana sebelumnya. Terakhir kali, informasi yang beredar adalah nilai bantuan akan mencapai Rp121,73 triliun. Kali ini, rencana alokasi meningkat menjadi Rp125,19 triliun.

Selain itu, skema yang dipilih juga menjadi lebih sempit. Opsi pemberian dana talangan modal kerja melalui penempatan dana pemerintah pada bank peserta dihilangkan. Kini pendanaan itu hanya akan diberikan melalui investasi non-permanen pemerintah via special mission vehicle (SMV) Kemenkeu.

Di luar itu, terdapat juga perubahan dalam skema dukungan tambahan pada Program PEN. Kemenkeu kini mengalokasikan dana Rp3,46 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam bentuk subsidi. Pada data sebelumnya, perseroan hanya akan mendapatkan dukungan berupa kompensasi Rp38,25 triliun.

Sementara itu, 12 BUMN penerima bantuan dalam program PEN tetap sama seperti pada data Kemenkeu sebelumnya. PLN dan PT Pertamina (Persero) akan mendapatkan kucuran dana paling besar, sementara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) paling kecil.

Dalam data terbaru ini, Kemenkeu juga menjelaskan urgensi pertimbangan pemberian bantuan kepada enam dari 12 BUMN tersebut. Urgensi ini menentukan bentuk dukungan, skema dukungan, dan potensi dampak apabila dukungan tidak berikan kepada BUMN tersebut.

Untuk PLN, pemerintah memberikan dukungan karena perusahaan setrum itu tengah menjalankan beberapa penugasan seperti percepatan proyek 35 Gigawatt (GW), EBTKE, dan tarif tetap sejak 2017.

Selain itu, urgensi pemberian dukungan juga disebabkan oleh eksposur risiko fiskal pemerintah atas penjaminan yang cukup tinggi. Nilainya disebutkan mencapai Rp450 triliun.

Tanpa dukungan, risiko yang dikhawatirkan akan terjadi adalah potensi risiko reputasi negara atas kontrak-kontrak PLN. Selain itu, rasio cakupan layanan utang dikhawatirkan turun ke level di bawah 1 pada kuartal IV/2020 dan arus kas dikhawatirkan menjadi negatif dan berimbas pada belanja operasional yang tidak terpenuhi.

PT Hutama Karya (Persero) dan Perum Bulog juga memiliki urgensi yang hampir sama. Status pengemban penugasan strategis dari pemerintah, membuat kedua perusahaan dinilai perlu mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah.

Setali tiga uang, Pertamina juga mendapatkan bantuan karena alasan yang penugasan pemerintah. Namun, terdapat tambahan urgensi lainnya, yakni eksposur risiko pinjaman perbankan sebesar US$1 juta yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Sementara itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. memiliki urgensi berbeda untuk dukungan ini. Posisi keduanya yang merupakan perusahaan terbuka juga membuat skema pemberian dukungan berbeda dibandingkan empat BUMN yang disebutkan sebelumnya.

Garuda akan mendapatkan dana talangan modal kerja paling banyak Rp8,5 triliun lewat SMV Kemenkeu. Skema ini diambil karena pilihan PMN tidak cukup favourable untuk para pemegang saham minoritas emiten berkode saham GIAA tersebut.

Sebagai perusahaan terbuka, pemerintah hanya memiliki 60,54 persen saham di Garuda. Pemegang saham terbesar kedua adalah PT Trans Airways, perusahaan milik konglomerat Chairul Tanjung, sebesar 25,8 persen. Adapun, sisanya dimiliki oleh publik dengan persentase di bawah 5 persen.

Urgensi untuk pemberian modal kerja ini didasarkan pada pertimbangan bahwa perseroan merupakan maskapai nasional kebanggaan Indonesia. Selain itu, perusahaan dinilai berkontribusi cukup besar terhadap menghubungkan daerah kepulauan di Indonesia.

Pemerintah juga menyatakan bahwa pemberian bantuan perlu dilakukan untuk menghindarkan perseroan dari risiko pailit atau berhenti beroperasi. Jika sampai terjadi, hal ini dikhawatirkan akan menghasilkan adanya monopoli di industri penerbangan Tanah Air.

Perseroan memang tengah mengalami masalah berat di tengah pandemi. Pendapatan perseroan menukik tajam seiring berkurangnya aktivitas bepergian masyarakat. Sementara itu, beban operasional tetap berjalan. Perseroan juga tengah terlillit persoalan utang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Krakatau Steel juga memiliki duduk perkara yang hampir sama. PMN tidak mungkin dilakukan karena perseroan merupakan perusahaan terbuka, 20 persen sahamnya dipegang oleh publik. Opsi ini tidak dikehendaki para pemegang saham nonpemerintah tersebut.

Adapun dari sisi urgensinya, pemberian bantuan dilakukan karena perseroan dianggap berperan strategis di industri baja. Industri ini dianggap sebagai mother industry sehingga negara harus tetap memiliki pabrik baja yang kuat.

Emiten berkode saham KRAS ini juga dinilai telah banyak mendukung dan menggerakkan industri hilir dan industri pengguna di sektor baja. Perseroan juga dibutuhkan untuk menjaga persaingan di industri dengan baja impor. Selain itu, Krakatau Steel dinilai berperan besar dalam membantu menopang neraca perdagangan Indonesia.

Kekhawatiran terbesar yang diantisipasi pemerintah apabila tidak memberikan dukungan ini adalah gagalnya proses restrukturisasi utang seniali US$2 miliar. Restrukturisasi ini diikuti dengan rencana divestasi anak usaha secara bertahap selama selama 3 tahun, sejak 2019.

Skema restrukturisasi utang KRAS terbagi dalam tiga skema, yakni Tranche A dan Tranche C2 senilai masing-masing US$220 juta dan US$262 juta dengan tenor 9 tahun, Trance B senilai US$735 juta dengan tenor 3 tahun, dan Tranche C1 senilai US$789 juta dengan tenor 9 tahun.

Kondisi Covid-19 juga telah memperburuk kinerja perseroan pada 2020. Kinerja perseroan melemah setelah total permintaan baja nasional mengalami koreksi cukup signifikan. Hingga Mei, penurunan permintaan diperkirakan mencapai lebih dari 60 persen dari posisi pada periode yang sama tahun lalu.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Mandiri Tunas Finance Ajukan Turunkan Syarat DP Minimal ke Induk Perusahaan

Next Post

Pertamina Gas Bersiap Hadapi Kondisi Normal Baru di Tengah Pandemi Virus Corona

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

7 Maret 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Anak Perusahaan

BRI Manajemen Investasi Targetk AUM Sebesar Rp500 miliar pada Tahun Pertama Peluncuran ETF Berbasis Emas

7 Maret 2026
Next Post
Pertamina Gas Siapkan Uji Coba Komersial Jaringan Pipa Gresik-Semarang

Pertamina Gas Bersiap Hadapi Kondisi Normal Baru di Tengah Pandemi Virus Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

6 hari ago
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Jawa Tengah, Asuransi Jasindo Siap Kawal Proses Klaim AUTP

6 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Sebagai Wujud Rasa Syukur 48 Tahun Mengabdi untuk Negeri, Jasa Marga Gelar Tasyakuran dan Peringatan Menyambut Nuzulul Quran 1447H

3 hari ago
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Catatkan Zero Fatality pada 2025, SIG Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Nilai Utama

5 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Penjelasan Danantara Terkait Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

by redaksi
7 Maret 2026
0

Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Perluas Segmen Pasar Sektor Energi

7 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Bukti Komitmen SIG dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

7 Maret 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Transaksi ZISWAF BSI Naik 14% Selama Ramadan

7 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Resmi Melepas Kontainer Ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

7 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In