• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 25 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menteri Erick Thohir Tegaskan Garuda Tak Akan Tutup untuk Hindari Monopoli

by redaksi
5 Juli 2020
in Berita
0
Meski Utang Jatuh Tempo, Garuda Pastikan Operasional tak Terganggu
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. gulung tikar untuk menghindari monopoli industri penerbangan.

Erick Thohir menjelaskan bahwa dari seluruh BUMN yang ada, 90 persen di antaranya terdampak pandemi Covid-19. BUMN di sektor transportasi, termasuk Garuda Indonesia menjadi perusahaan pelat merah yang paling terdampak.

RelatedPosts

Atas Diskresi Kepolisian, One Way Nasional Arus Mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Lalu Lintas Telah Kembali Normal

InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Mudik Gratis Lewat Jalur Darat

Dengan adanya pandemi Covid-19, Garuda Indonesia mengalami penurunan permintaan akibat pembatasan mobilitas masyarakat. Akibatnya pendapatan menipis dan arus kas terganggu.

Selain itu, Garuda Indonesia juga persoalan kewajiban atau liabilitas yang cukup besar. Mayoritas utang perseroan berbentuk kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

Namun demikian, Erick menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan Garuda Indonesia mati di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menghindari monopoli industri penerbangan di Tanah Air.

“Jika ditutup sekarang, akan jadi monopoli. Saya bukan anti Lion Air, mohon maaf. Tapi, kalau jadi hanya satu-satunya maskapai, jadinya monopoli,” katanya dalam diskusi virtual, baru-baru ini.

Menurutnya, dengan kehadiran Garuda Indonesia saja industri penerbangan domestik berada dalam kondisi pasar oligopoli yang tidak sehat. Kondisi ini akan lebih parah jika membiarkan maskapai tunggal menguasai pasar.

“Kemarin saja sebelum saya jadi menteri, ribut harga tiket mahal karena oligopoli,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kondisi ini pemerintah melalui BUMN memiliki tanggung jawab untuk masuk ke pasar. Dia menyebut salah satu fungsi BUMN adalah untuk menghindari praktik tidak sehat di industri.

“Hal inilah yang menjadi daya tarik BUMN, ketika ada persaingan tidak sehat, maka BUMN harus masuk, kadang-kadang juga harus rugi,” katanya.

Penurunan kinerja Garuda Indonesia sudah terlihat pada kinerja kuartal I/2020. Meski pandemi baru terjadi pada akhir periode tersebut, perseroan mencatatkan rugi bersih US$120,16 juta.

Di sisi lain, Garuda juga memiliki total utang yang cukup besar. Hingga akhir Maret, perseroan memiliki total kewajiban US$8,64 miliar. Posisi liabilitas perseroan membengkak 131,44 persen terhadap posisi liabilitas pada akhir 2019 sebesar US$3,73 miliar.

Penyebab utama hal ini terjadi adalah liabilitas jangka panjang perseroan sebesar 940,71 persen terhadap posisi akhir 2019, menjadi US$4,96 juta. Hal ini terjadi akibat liabilitas sewa pembiayaan melonjak dari US$35.340 menjadi US$3,98 miliar karena implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73.

Meski begitu perseroan berhasil mendapatkan pengampunan negative covenants dan penambahan fasilitas kredit dari perbankan. Perseroan juga berhasil memperpanjang jatuh tempo utang obligasi US$500 juta hingga 3 tahun ke depan.

Namun, hal ini belum cukup untuk menjamin Garuda Indonesia tetap selamat di tengah hantaman Covid-19. Pasalnya, pandemi masih terus berlangsung dan potensi pendapatan perseroan kian menipis.

Oleh karena itu, pemerintah memasukkan Garuda Indonesia sebagai salah satu calon penerima dukungan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui program ini, pemerintah akan menyuntik perseroan dengan bantuan dana talangan untuk modal kerja sebesar Rp8,5 triliun.

Dalam dokumen paparan Kementerian Keuangan yang diperoleh Bisnis, disebutkan bahwa pemberian dana talangan diambil karena opsi penyuntikan modal sulit terjadi. Pasalnya, opsi itu tidak cukup favourable untuk pemegang saham minoritas.

Hingga Maret 2020, Pemerintah Indonesia memiliki menggenggam 60,53 persen saham emiten berkode GIAA tersebut. Sementara itu, PT Trans Airways—perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung—menggenggam 25,61 persen saham GIAA.

Dalam dokumen yang sama, Kemenkeu menuliskan urgensi pemberian dukungan ini salah satunya adalah untuk menghindari pasar monopoli. Selain itu, Garuda juga dianggap kebanggan Indonesia sebagai maskapai nasional yang harus tetap ada.

Tertulis dalam dokumen tersebut, apabila Garuda Indonesia tidak mendapatkan dukungan maka perseroan berpotensi berhenti operasi. Hal ini juga bisa berujung pada gugatan pailit ataupun proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sementara itu, Associate Director BUMN Research Group (BRG) LM-Universitas Indonesia Toto Pranoto menjelaskan Garuda Indonesia memang telah memiliki masalah kinerja, bahkan sebelum pandemi Covid-19 tiba.

Dia menilai dalam kondisi saat ini, langkah pemberian dana talangan adalah opsi yang terbaik. Pasalnya, dia memahami bahwa pemilik saham lain seperti Trans Airways pasti enggan ikut menyuntik Garuda Indonesia.

Toto menilai bahwa Chairul Tanjung saat ini belum mendapatkan ‘untung’ dari investasi saat Garuda Indonesia melakukan initial public offering (IPO). Harga saham GIAA saat ini berada jauh di bawah harga IPO, sehingga menurutnya Chairul Tanjung enggan kembali menggelontorkan dana.

“Jadi kelompoknya Chairul Tanjung waktu dia beli harga IPO, harga setelah IPO, harga belum pernah menyentuh kisaran yang sama. Jadi dari situ, pemilik saham Garuda ini belum menikmati capital gain lah,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Namun, dia mengharapkan Chairul Tanjung dapat menunjukkan itikad baik dengan ikut membantu Garuda Indonesia. Jika pemerintah memberikan bantuan dana talangan modal kerja Rp8,5 triliun, lanjutnya, minimal Chairul Tanjung juga memberikan bantuan dengan nilai serupa.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Proses Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Syariah Jamin Pelayanan Tetap Optimal

Next Post

Dirut Rahmad Pribadi Proyeksikan Harga Gas Turun, Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Mencapai Rp 743,97 Miliar per Tahun

Related Posts

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Atas Diskresi Kepolisian, One Way Nasional Arus Mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Lalu Lintas Telah Kembali Normal

25 Maret 2026
Wagub KGPAA Paku Alam X Apresiasi Kinerja Satgas Bencana Nasional BUMN Korwil DIY
Berita

InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi

24 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, IPC
Berita

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Mudik Gratis Lewat Jalur Darat

24 Maret 2026
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia
Berita

Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, Asuransi Jasindo Jadikan 2026 sebagai Tahun Kolaborasi dengan Berbagai Perusahaan di Indonesia

24 Maret 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Tak Perlu Datang ke Kantor, Bukti Potong PPh Pasal 21 Kini Bisa Diunduh Lewat Layanan Digital TASPEN!

24 Maret 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Volume Lalu Lintas Meninggalkan Wilayah Jabotabek Pada H-10 s.d H-3 Libur Idulfitri 1447H Mencapai 1,4 Juta Kendaraan, Dirut Jasa Marga: Puncak Mudik Terjadi Pada H-3

24 Maret 2026
Next Post
Petrokimia Gresik Edukasi Masyarakat Terkait Penyebaran Virus Corona

Dirut Rahmad Pribadi Proyeksikan Harga Gas Turun, Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Mencapai Rp 743,97 Miliar per Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

7 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik

4 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Kunjungi Proyek Sekolah Rakyat di Singkawang dan Pontianak, Menko Infrastruktur AHY Tekankan Pentingnya Infrastruktur Pendidikan

7 hari ago
Siap Jalani Penugasan Sebagai GovTech Indonesia, Peruri Bawa Spirit Baru Melalui Peluncuran Logo

Antarkan Kebahagiaan Lebaran, PERURI Berangkatkan 500 Pemudik dalam Program Mudik Nyaman Bersama BUMN

6 hari ago
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Atas Diskresi Kepolisian, One Way Nasional Arus Mudik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Lalu Lintas Telah Kembali Normal

by redaksi
25 Maret 2026
0

PT Jasa Marga (Persero) Tbk berdasarkan diskresi Kepolisian menutup rekayasa lalu lintas one way periode arus mudik Idulfitri 1447H pada...

Read more
Wagub KGPAA Paku Alam X Apresiasi Kinerja Satgas Bencana Nasional BUMN Korwil DIY

InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi

24 Maret 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, IPC

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Mudik Gratis Lewat Jalur Darat

24 Maret 2026
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia

Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, Asuransi Jasindo Jadikan 2026 sebagai Tahun Kolaborasi dengan Berbagai Perusahaan di Indonesia

24 Maret 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Tak Perlu Datang ke Kantor, Bukti Potong PPh Pasal 21 Kini Bisa Diunduh Lewat Layanan Digital TASPEN!

24 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In